28 Desember 2010

malam pesta topeng


Aku sedang termangu didepan danau.
Danau ini indah, sangat indah.
Tapi entah mengapa keindahan ini tak dapat meraihku masuk kedalam suka cita bahagianya.
Aku hanya bisa memandangnya dan sama sekali aku tak bisa menikmatinya.
Kemelut dalam hatiku bak magma gunung berapi yang siap meletus.
Sungguh panas dan suasana berubah menjadi genting tak karuan.
Tak henti aku memanjatkan doa dalam pejaman mata yang hanya terbayang oleh hitam.
Sesungguhnya aku ingin menemukan dunia yang lain.
Yang bisa membuatku tenang dan damai dalam rengkuhan Sang Khaliq.
Yang memang aneh tapi aku hidup. Bukan mati seperti ini.
Adakah dunia lain, yang tinggallah disana udara ketentraman, dengan penghuni para seniman dan pemerintahnya adalah Tuhan. Aku merindukan kebebasan.
Kuakui ini labil, masa mencari jati diri, atau apalah itu.
Aku hanya ingin mendapat pengakuan bahwa aku ada, bahwa aku hidup dengan kebahagiaanku, kebahagiaan yang menyertaiku.
Musnahlah semua jengah, meleburlah semua jemu.
Aku bosan hanya begini, melulu dalam ani yang begini dan itu yang begitu.
Terlalu banyak pemimpin disini, hingga nyaris tak ada yang dipimpin.


(pengakuan nihil dalam pesta topeng)
malam pesta topeng : 27 desember 2010

13 Oktober 2010

enjoy



APANYA YANG ENJOY?
INI YA YANG ENJOY???



WAH ENAK YA BERENANG DI TENGAH-TENAH SAMPAH..
PARA PEJABAT NEGARA UDAH PERNAH COBA BELUM..
COBA DONGG... BIAR SERU!!!!

perumahan kumuh vs kota metropolitan





sekarang, rasa nya udah gak beda jauh ya..
antara perumahan kumuh dengan kota metropolitan
yang nama nya kota metropitan itu selalu dan identik dengan perumahan kumuh.
prihatin banget kan..?

kita ambil contoh yang paling konkret adalah KOTA JAKARTA
yang sarat akan hingar bingar dan gemerlap nya.
penuh darah-darah biadab dan kotor.
dipadu dengan kotor, kumuh, menjijikkan nya lorong-lorong kotor di pinggiran sungai yang ukhhh.. sangat memprihatinkan.

kesenjangan di kota ini sudah tak bisa ditawar.
yang kaya amat terllau kaya, sedang yang miskin keterlaluan miskin nya, sampai makan sesuap nasi-pun susah.
yang kaya sibuk dengan saham, mobil-mobil baru keluaran german, uang yang berlimpah, dan sibuk dengan perkumpulan arisan nya yang rajin tour ke luar negeri. (red: perkumpulan ibu-ibu istri pejabat)
yang miskin, sibuk dengan biaya sekolah anak nya, sibuk dengan peurt keluarga nya yang kembang kempis tak karuan, bingung dengan gerobak mini nya yang berulang kali kena pukulan dan gusuran satpol PP.



ah.. ini lah kenyataan hidup. inilah kehidupan.
pernah saya dengar kata-kata tentang kehidupan, "kita hidup di dunia ini seolah seperti pengembara yang dari negeri nan jauh disana, sedang kelelahan dan beristirahat di bawah pohon kurma dan meneguk secangkir air, selanjutnya sang pengembara akan meneruskan perjalanan nya."
disinilah maksud nya, hidup kita di dunia ini amat singkat dan sebentar. sangat-sangat sebentar. maka pergunakanlah waktumu dengan sebaik-baik nya, jangan sia-sia kan..

6 Oktober 2010

oleh BJ HABIBIE


Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,
sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya,
dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.
Kau tahu sayang,
rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,
tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,
kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.
Selamat jalan,
Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.
selamat jalan sayang,
cahaya mataku, penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku ….
BJ.HABIBIE
Selamat Jalan Ibu Ainun…
Semoga menjadi bidadari kami semua di surga

kahlil gibran - sayap sayap patah

Wahai Langit
Tanyakan pada-Nya
Mengapa dia menciptakan sekeping hati ini..
Begitu rapuh dan mudah terluka..
Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta
Begitu kuat dan kokoh
Saat berselimut cinta dan asa..
Mengapa dia menciptakan rasa sayang dan rindu
Didalam hati ini..
Mengisi kekosongan di dalamnya
Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih
Menimbulkan segudang tanya
Menghimpun berjuta asa
Memberikan semangat..
juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira
Mengapa dia menciptakan kegelisahan dalam relung jiwa
Menghimpit bayangan
Menyesakkan dada..
Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…
Wahai ilalang…
Pernah kan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini
Mengapa kau hanya diam
Katakan padaku

Sebuah kata yang bisa meredam gejolak hati ini..
Sesuatu yang dibutuhkan raga ini..
Sebagai pengobat tuk rasa sakit yang tak terkendali
Desiran angin membuat berisik dirimu
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku
Aku tak tahu apa maksudmu
Hanya menduga..
Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana
Menunggumu dengan setia..
Menghargai apa arti cinta…
Hati yang terjatuh dan terluka
Merobek malam menoreh seribu duka
Kukepakkan sayap-sayap patahku
Mengikuti hembusan angin yang berlalu
Menancapkan rindu….
Disudut hati yang beku…
Dia retak, hancur bagai serpihan cermin
Berserakan ….
Sebelum hilang di terpa angin…
Sambil terduduk lemah….
Ku coba kembali mengais sisa hati
Bercampur baur dengan debu
Ingin ku rengkuh…
Ku gapai kepingan di sudut hati…
Hanya bayangan yang ku dapat….
Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya
Tak sanggup ku kepakkan kembali sayap ini
Ia telah patah..
Tertusuk duri-duri yang tajam….
Hanya bisa meratap….
Meringis..
Mencoba menggapai sebuah pegangan..

4 Oktober 2010

baiklah
kau telah tiba di penghujung jalan
dimana padi telah menguning
daun mulai berguguran
batang rentan patah
dan entah

baiklah
telah kau jumpai penutupan
dimana salam pembuka dan isi sudah tersampaikan
telah kau genggam yang tua
dan sudah kau lepaskan yang muda

zaman ini, waktu yang kikir
penuh perhitungan seperti memberi hutang pada fakir
telah kau siakan waktu jika kau hanya melulu dalam hulu yang tak ada hilir
hanya kosong dan melompong

hamidah 20.09.10

7 September 2010

kau genggam udara

Semakin dalam kupejamkan mata
Semakin ringan kutemukan hitam yang tak berpenghujung
Dalam dentum-dentum detik yang berkejaran dan kekosongan waktu
Ketakutanku memuncak dan aku tak bisa meluluhkan nya

”ini” terus menggangguku
Aku harus temukan yang bisa menjadi obat
Bukan ini yang benar,
Aku bisa temukan yang lain
Dalam gundah dan gelisah sang tuan
Kulamunkan semuanya
Bukan lagi tentang cinta, tapi kini tentang kehidupan
Yang lebih dalam dan mendasar

Cobalah kau rasakan,
Panjangnya waktu telah kita urai bersama
Namun bukankah kau akan menyesal tatkala tak kau dapati apapun dalam genggaman tanganmu
Kau bawa kosong yang melompong
Hanya berisi udara?


Hamidahizzatulaily
3september2010
11:08 am

diujung kenangan

Kulihat kau dengan anggun merangkai mutiara hitam diujung perapian.
Dengan senyum iba kau rengkuh kanak menjadi dewasa.
Tak kulupa.
Ketika kau juga mematikan jentera saat kami akan terlelap.
Dewasa kami, tua mu lah.
Ketika kami tak dapat menatap hitam pekat matamu untuk yang terakhir.
Tanpa kabar, kau tinggalkan nafas dan kau lepaskan kemudi.
Sungguh
Air mata duka membanjiri telaga kerinduan ini
Bukankah Tuhan memberikan batas waktu.
Memang, akhir nya hidup adalah sebuah amalan.


Hamidah.
Sabtu, 26 september 2009.
01:51 pm

2 September 2010

waktu

Hari ini, 2 september 2010. Besok adalah 3 september. Lusa 4 september. Waktu bak kilatan nur yang melesat begitu cepat. Membiarkan kita tergopoh-gopoh mengejarnya, atau malah terlena dibuainya.

Jika kita menutup mata sejenak, membiarkan memori otak mengenang masa lalu. Seakan baru kemarin kita tertawa di bangku sekolah dasar, mengenakan seragam merah putih dengan begitu lugu. Tiba-tiba saja waktu berakselerasi, membawa kita pada hari ini, hari yang jauh berbeda dengan masa lalu. Penuh tantangan, persaingan, perjuangan. Hari-hari yang selalu melelahkan, tapi juga mendewasakan.

Kawan, waktu tidak akan kembali, ia akan terus berputar, menghadapkan kita pada hal baru yang berbeda-beda. Jika kau pernah menyesali sesuatu di masa lalu, perbaikilah sekarang! Selagi kau masih hidup, masih bisa berbuat, lakukanlah! Lakukanlah jauh lebih baik dari seharusnya! Jangan buat dirimu menyesal untuk kedua kalinya.

Hanya tinggal sejengkal lagi kisah hidup ini, dan semua akan berubah. Meninggalkan rutinitas lama untuk beradaptasi pada suasana baru. Lakukan yang terbaik selama masih mampu. Karena waktu tak kenal toleransi, ia terus berjalan tanpa pernah menoleh ke belakang.

Munculkan semangat membaramu!
Yakinlah!
Berjuanglah!
Allah akan membantu..


oleh kakakku tersayang: arini mayan fa'ani :)

Tentang Perjalanan

-->
Kabut pun turun perlahan membasuh lembah.
Hujan badai telah usai.
Namun, tanah masih basah.
Aku teringat sejenak.
Tentang masa lugu dibalik alunan senja.
Saat matahari dan bulan berhambur menjadi mega.
Saat pagi dan malam menjelma menjadi lintang.
Berjuta kubik pelataran langit manyaksikan.
Tentang kisah mayat yang tak terungkapkan.
Lagu baru.
Tak akan pernah mengalahkan musik dahulu.
Semua masih indah menurutku.
Tak ada yang kandas di telan zaman.
Semua tetap menyenangkan bagiku.
Dibalik deru hujan.
Masih terdengar jelas derap kaki kita.
Melawan gelombang kecil, yang lantas karam.
Begitu indah kulalui.
Senja.
Kau ajarkan aku tentang semua ini.
Yang tak mungkin bisa terulang kembali.
26 maret 2009
03:17pm