Tampilkan postingan dengan label pandangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pandangan. Tampilkan semua postingan

19 Agustus 2019

Merawat Basa-Basi ala Orang Jawa


Lahir dan besar di Jawa, menjadikan saya akrab dengan segala bahasa, lelucon, hingga tingkah pola ala Jawa, termasuk juga sederet kalimat basa-basinya yang beragam. Ya, wajar saja karena orang Jawa lekat dengan label pekewuh alias ndak enakan. Terlalu jeru memikirkan perasaan orang lain, dan takut membuat orang lain tersinggung, menjadikan mayoritas orang Jawa lebih memilih untuk ngomong di belakang dari pada blak-blakan, lebih memilih menghaluskan kata atau eufimisme dari pada jujur apa adanya. Ya itu bukan kekurangan atau bukan kelebihan, itu bagian dari budaya, semua suku punya budaya dan cirinya masing-masing, sekali lagi hal yang wajar.

Beberapa di antara basa-basi orang Jawa berupa sapaan untuk orang lain adalah kalimat seperti “ajenge teng pundi”, yang artinya menanyakan hendak ke mana orang yang disapa tersebut pergi. Tentu saja karena hanya berbentuk kalimat sapaan basa-basi, si penanya pun tak membutuhkan jawaban yang sungguh-sungguh, sehingga yang ditanya juga kerap kali menjawab ala kadarnya seperti “niki ajenge teng ngajeng”, maknanya menunjukkan bahwa pihak yang ditanya akan pergi ke depan (ngajeng), misalnya di depan ada pasar, ada toko, atau ada apapun, tanpa menjelaskan ke mana tujuan spesifiknya.
Selain menanyakan hendak ke mana, basa-basi Jawa yang lebih basa-basi lagi adalah menawarkan kepada orang yang ditemui di depan rumah untuk mempir sebentar. Biasanya, saat sedang menyapu di depan rumah, saat baru masuk rumah, memberi makan ayam, atau main PUBG di teras hehehe becanda, si pemilik rumah yang bertemu orang lain akan menyapa dengan kata“monggo pinarak”, yang artinya “silahkan mampir”. Sekali lagi jangan dianggap terlalu serius, ini hanya basa-basi. Bukan berarti pemilik rumah benar-benar ingin menawari Anda masuk rumahnya, dan jika Anda menolak maka dia akan kecewa, tidak, tidak serumit itu. Mempersilahkan orang mampir ke rumah lebih kepada menunjukkan sikap sopan, dan menunjukkan bahwa rumahnya terbuka untuk Anda, Anda dan dia dalam hubungan yang baik-baik, saling menghormati, dan sopan.

Beranjak dari basa-basi kejawen, orang-orang masa kini juga masih merawat budaya basa basi. Tapi saya rasa ada yang berbeda, entah sedikit atau justru banyak, orang-orang jaman now lebih ke arah julid dari pada basa-basi yang sopan. Misalnya, setelah sekian lama tidak bertemu dengan teman semasa SD, orang tidak lagi memilih kata “apa kabar?” tapi justru “kapan nikah?”. Pasti generasi 90-an yang sekarang jadi paling anti dengan pertanyaan ini haha. Kapan nikah menjadi pertanyaan basa-basi yang mulai menggantikan posisi apa kabar, lalu bagaimana dengan basa basi dengan kata “gendutan ya” “kurusan ya” “kok sekarang jerawatan”, di mana letak posisinya, menggantikan posisi siapa dia. Sepertinya basa-basi sudah semakin bergeser menjadi kepo bahkan lebih-lebih nyinyir.
Sudah semestinya kita kembali lagi ke akar dari basa-basi, yakni ya sekedar basa-basi, tanpa perlu julid.

26 Juli 2019

Sakinah Mawaddah wa Rahmah

Setiap kita datang ke pernikahan, menghadiri sebuah undangan perkawinan, selalu terucap doa yang tiada pernah tertinggal, yakni "Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah". Apa sesungguhnya makna sakinah mawaddah wa rahmah?
Tampaknya kita harus paham betul dan memaknainya hingga mendalam supaya tak sambil lalu hanya kita ucapkan dan kita amin amin kan saja dari satu perhelatan pernikahan ke pernikahan lainnya.

Sakinah mawaddah wa rahmah dimulai sejak dari sebelum akad diucap. Kala dimulai khitbah, lamaran, dan serangkaian kegiatan menuju sebuah pernikahan.
Terwujud dalam upaya menjaga diri dari fitnah atas hubungan yang belum sah, menjaga kesucian diri, kehormatan diri, dan menjaga sikap.
Hingga akad diucap dan sah menjadi suami istri, sakinah mawaddah wa rahmah terwujud dalam upaya menjaga, karena suami istri bagaikan pakaian untuk satu sama lain.

Di era digital dan media sosial saat ini, sakinah mawaddah wa rahmah salah satunya diwujudkan dalam menahan diri mempublikasikan foto2 atau cerita tentang internal rumah tangga yang "bersifat rahasia". Makna rahasia di sini bukan hanya menjaga aib atau keburukan pasangan saja, bahkan dalam menyebarkan hal baik dan bahagia pun ada adabnya. Jangan sampai foto malam pertama justru diumbar-umbar atau tidak bisa menahan diri dalam menceritakan pengalaman malam pertama, baik secara lisan, tulisan, foto, story, dll. Jika ditanya apakah ada yang begitu, tentu saja ada (semoga kita bukan bagian dari yang melakukannya). Tak sekali dua kali saya dibuat risih dengan postingan entah siapa saya tidak kenal karena mendapatinya di bagian Search, yang mengumbar kemesraan suami istri, berdalih itu adalah kemesraan halal. Bhaique. Dengan caption-caption seperti "Sisa tadi malam" (anda tau sendiri maksudnya). Atau tidak sekali dua kali saya dengar kisah dari rekan yang risih teman sekantornya yang pengantin baru mengumbar kisahnya semalam dengan mengatakan "aduh... Keramas sampe capek" (anda tau sendiri maksudnya). Baiklah... Anggap kita sudah cukup dewasa untuk membicarakan hal ini. Pernikahan bukan cuma tentang itu, more than just that, there is a lot of thing. Jadi jika kita memang cukup berpendidikan ditandai dengan pernah sekolah, maka mari bersikap sebagaimana orang terdidik.

Marwah rumah tangga adalah hal yang harus dijaga. Mengumbarnya ke khalayak umum, bukan menjadi hal yang patut dibanggakan dan disanjung-sanjung. Tampaknya budaya kita dewasa ini semakin jauh melenceng. Pengantin baru yang sedikit berkisah mesra di media sosial dianggap tidak romantis dan tidak harmonis, sedangkan yang banyak mengumbar umbar kemesraan berlebihan justru dipuja puji.

Pernikahan adalah hal yang sangat istimewa dan sakral, di sisi lain itu juga hal yang biasa dan begitu-begitu saja, semua orang tanpa memandang status sosial, harta, dan tahta juga punya kesempatan yang sama untuk dapat
menikah, sama saja. Maka yang menjadi tantangan adalah bagaimana keterampilan dan kemampuan kita mengolah atau meramu sesuatu yang istimewa sekaligus juga merupakan hal yang biasa. Yakni dengan cara menjalankan seluruh proses pernikahan dengan penuh hati-hati dan sakral, agar keistimewaan itu tetap terasa dan tak hambar, sekaligus kita menyebarluaskan beritanya dengan tetap tenang dan santun, tidak menggebu berlebihan seolah di dunia ini hanyalah kita seorang yang mengalami hal tsb.

Tulisan ini benar-benar sebagai refleksi diri saya sendiri, barangkali pernah jari, mulut, atau diri ini  berlaku demikian dan membuat orang lain tak nyaman. Tak ada secuil upaya dan usaha untuk menyindir siapapun, saya bukan ahli sindir menyindir, wong Malang bilang "lek gak seneng ngomong ae". Hmm. Tulisan ini benar-benar untuk refleksi sekaligus keprihatinan atas ketidaktahuan saya akan makna luas dari sakinah mawadah warahmah tersebut. Smg Allah memaafkan segala kesalahan saya dalam hal ini.

5 April 2019

Pelukan Si Kampung Halaman yang Dingin


Pulang ke kampung halaman adalah hal yang menyenangkan, sebab di sanalah tempat tangis kita pertama kali pecah, di sana tempat kita pertama kali jatuh dari belajar sepeda roda dua, dan di sana pula tempat kita pertama kali mengerti betapa bermaknanya arti sebuah keluarga.

Kemudian pulang kampung menjadi sebuah ritual yang dinanti-nantikan setiap jiwa yang merantau. Bisa jadi ritual tersebut dilakoni hanya setahun sekali kala lebaran atau hari besar agama lain. Bisa juga ritual tersebut dilakukan dua kali, kala lebaran dan akhir tahun. Macam-macam. Aku sendiri yang merantau 246 kilometer jauhnya dari rumah, merasakan pulang kampung adalah momen luar biasa menyenangkan yang hanya bisa dirasakan 2 hingga 3 kali dalam setahun, sebab libur anak kuliahan tidak banyak, hanya tiap akhir semester saja.

Tapi pulang kampungku kali ini membawa rasa berbeda, selain menjadi momen bahagia, ada pula momen menyedihkannya. Aku baru menyadari bahwa diriku mulai berubah. Benar-benar baru menyadari. Kampung halamanku, Malang, Jawa Timur, memang daerah yang terletak di dataran tinggi, sehingga hawa dingin adalah sahabat kami. Bagiku, suhu belasan derajat dan mandi dingin menjelang subuh bukanlah mustahil, sangat kuat tubuh ini menahan gigil. Namun, baru dua tahun aku menetap di Jogja, tubuhku ternyata sudah berubah. Aku pulang kampung dan merasakan dingin sekujur tubuh, dengan ujung jari tangan dan kaki yang sedikit beku tak nyaman.

Wahai kampung halaman, darah yang mengalir di nadiku seharusnya masih darah Malang, namun ternyata Jogja sudah cukup mengurat di tubuhku. Baiklah, aku terima dengan suka cita segala perubahan itu. Aku siap dengan segala perubahan-perubahan lainnya, dan kota-kota lain yang harus kutaklukkan. Kini, aku mungkin telah melebur dalam Jogja, namun aku tidak akan pernah mau tenggelam, tanpa membawa Malang.

16 Desember 2015

#pagiperpustakaan lepas dari tiga bulan :')

Barangkali memang tepat bila ada orang yang berkata “apa yang kita baca mempengaruhi diri kita”. Saat ini saya tengah mengalami hal tersebut, yang praktis dalam tiga setengah bulan ini berkutat dengan buku-buku karangan wartawan tiga zaman, Rosihan Anwar.
Sebelumnya, tidak pernah tersentuh sama sekali oleh saya buku-buku karangan beliau, bahkan sebagai mahasiswa jurusan ilmu komunikasi saya merasa berdosa tidak pernah mengenal nama beliau sebelumnya. Mungkin masa kejayaan nya sebagai wartawan terlampau jauh dari masa studi saya saat ini. Rosihan Anwar adalah pemimpin harian Pedoman yang menjadi koran nomor wahid di Indonesia kala tahun 50-an. Bila boleh mengutip pendapat Prof Alwi: Pedoman itu sebagaimana Kompas masa kini, yakni koran tempat diskusi dan koran yang mampu membuat tema-tema yang diangkat selalu jadi perbincangan seluruh rakyat Indonesia.
Tiga setengah bulan mencoba bermesra dengan sosok Pak Ros (sapaan akrab beliau) demi mendapatkan inti sari pola pemikirannya terkait Jurnalisme Indonesia yang berguna untuk Tugas Akhir perkuliahaan saya di Universitas Brawijaya, menjadikan saya kemudian tau banyak hal, mengamati dan peduli berbagai hal, yang sebelumnya sama sekali tak terlintas dalam benak.
Judul skripsi ini pula yang kemudian membawa saya melakukan perjalanan ke Jakarta pertama kali seorang diri menggunakan kereta api selama 17 jam, untuk menemui kerabat sekaligus kolega Pak Ros yakni nama yang sebelumnya sudah saya sebutkan diatas: M. Alwi Dahlan. Beliau kemudian akrab di sapa dengan panggilan Prof Alwi sebab menjabat guru besar FISIP Universitas Indonesia.
Perjalanan menemui mantan Mentri Penerangan era Soeharto ini juga perlu perjuangan. Saya harus memulai dengan pendekatan pada sekretaris jurusan UI terlebih dahulu yakni Dr. Eduard Lukman, agar mendapat rekomendasi wawancara pada beliau. Dari pengalaman tersebut ada pelajaran penting dalam hidup yang selama ini tak pernah saya temui secara langsung namun hanya kerap kali saya dengar, yakni kalimat “padi semakin berisi semakin merunduk”. Ini benar saya temukan pada sosok Prof Alwi Dahlan, sebab usai menghubungi beliau via pesan singkat dengan harapan supaya tak menganggu kegiatan, justru ada satu panggilan yang mendarat di handphone saya kala tengah bergulat dengan ratusan lembar koran Pedoman di Perpusnas jalan Salemba. Ada suara yang tak cukup jelas dari sebrang telfon memulai percakapan sebagai berikut: “Halo, saudari Hamidah? Saya Alwi Dahlan. Saya persilahkan ke rumah saya jika hendak wawancara terkait Pak Rosihan Anwar”
Seketika kemudian haru menguasai dada dan mata, ini bukan sekedar perasaan bahagia sebab proses wawancara skripsi saya terjamin lancar, namun sebab sikap seorang “Manusia Komunikasi” (buku Manusia Komunikasi adalah kumpulan tulisan rekan Alwi Dahlan dalam rangka memperingati ulang tahun beliau ke-75 tahun) yang kemudian sangat rendah hati dan memberikan saya pelajaran maha berharga.
Dari sosok Prof Alwi, kemudian saya kembali lagi pada sosok Pak Rosihan. Muncul wajah beliau yang ‘terlalu’ sering saya tatap di sampul buku “Menulis dalam Air: sebuah otobiografi”. Saya sangat terharu. Betapa, Pak Ros andai saya sempat bertemu, barangkali saya hanya bisa merunduk malu.... belum apa-apa yang saya lakukan terkait skripsi ini namun keluhan demi keluhan tak henti terlontar pagi siang malam. Sepanjang tiga setengah bulan ini saya baru sadar, munafik memang bicara tentang skripsi tanpa peduli ijazah dan gelar, tapi dibalik kedua hal tersebut kemudian saya temukan soul dalam tugas akhir ini. Bukan, bukan hanya tentang S.Ikom semata, tapi lebih dari pada itu, pengalaman, pelajaran, cara pandangan, perjuangan, dan semua tentang Pak Ros dan koleganya yang kini sudah dipanggil Tuhan terlebih dulu atau masih hidup dalam usia udzur, semuanya menginspirasi saya... semua nya kemudian menjadi cambuk bagi saya, bahwa hidup memang akan selalu berakhir, sehingga pertanyaan nya bukan kapan akan berakhir, tapi apa yang bisa dilakukan sebelum berakhir?

Sebagai penutup tulisan yang tanpa sengaja saya ketik dalam keadaan mata berkaca-kaca ini, saya hendak kutip petuah dari Buya Hamka (rekan Pak Ros juga), sebagai berikut:
Kalau hidup sekedar hidup, Babi di hutan juga Hidup.
Kalau bekerja sekedar bekerja, Kera juga bekerja.

Sebab itulah mari kita sama-sama cari makna dalam hidup ini. Semoga kita bukan golongan orang-orang yang hanya hidup sekedar hidup. Amin.  / 121215

27 Agustus 2014

Cukup aku, Jangan kalian!

Senin, 4 agustus 2014 (sedikit terlambat kuposting tulisan ini, sebab sebelumnya kusimpan saja di memo handphone)

Ini adalah awal bulan agustus yang semoga berfaedah untukku dan orang orang sekelilingku.
Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini adalah hari pertamaku mengajar di sebuah sekolah sma islam yang dirintis orang tua ku dan teman temannya.
Sebenarnya, aku mengajar di sma tersebut hanya dalam waktu singkat, barang sebulan atau dua bulan saja, sebab hanya untuk menggantikan guru mata pelajaran yang tengah cuti melahirkan.
Namun.. hari ini adalah pengalaman berharga di usiaku yang ke 20 tahun. Mengenakan seragam keki berwarna kuning tua, kemudian memasangkan jilbab di kepalaku, mengendarai motor dan lima belas menit kemudian memasuki gerbang sebuah sekolah yang terbilang cukup sepi di hari senin pertama masuk sekolah setelah libur panjang lebaran.
Kutarik nafas panjang, berharap segala keberkahan dan kebaikan mengiringi setiap langkah langkah ini. Sebab ada hal yang lebih penting dan mulia dari sebuah pengalaman yang dikejar kejar jiwa muda, yaitu semangat perjuangan.

Tak lama, aku pun segera menemui seorang guru yang sudah lebih dulu datang di ruang kantor. Beliau tengah membersihkan ruangannya sendiri, sebab seperti yang telah ku sebutkan: ini adalah perjuangan, sehingga tak ada pejuang yang bermalas-malas. Pejuang tak boleh manja meminta tukang sapu membersihkan kantornya, sebab gajinya sendiri bulan lalu bahkan belum pula turun dan dapat dinikmati.
Setelah membantu membersihkan ruang guru, aku menemui murid-murid yang juga disibukkan di hari pertama masuk sekolah. Mereka menyapu ruang ruang kelas sembari bersenda gurau dengan rekan. Melebur rindu yang menggumpal setelah berminggu minggu tak bersua.

Segera setelah kelas-kelas bersih, para murid kelas 1 hingga kelas 3 pun diarahkan menuju ruangan yang paling besar, kemudian mereka mendapatkan wejangan wejangan mengenai kurikulum 2013 sebagai acuan terbaru, juga mengenai peraturan peraturan sekolah yang diperketat.
Sembari menyimak pula apa yang tengah disampaikan bapak guru yang saat itu menjadi rekan ku, aku memandangi satu persatu wajah murid murid itu, yang sejatinya usia mereka hanya selisih dua sampai tiga tahun lebih muda dariku.
Oh... mereka sungguh muda.. anak anak muda... aku juga pernah menjadi mereka, duduk diam diatas bangku bangku kayu yang kaku, kemudian mendengar petuah petuah guru yang dulu aku sebut kolot dan membosankan. Oh... mereka sungguh muda, bahkan aku masih ingat betul pernah menjadi remaja remaja berseragam abu abu putih seperti mereka, aku pernah menjadi seperti mereka yang merasa mulai dewasa dan paling benar. Ya.. beberapa tahun yang lalu aku adalah mereka, dan aku menyesali masa masa itu.

Kuamati lagi satu persatu murid murid itu, mereka cantik, mereka hitam, mereka pendek, tinggi, para gadis berjilbab, para lelaki berambut cepak, beberapa yang lain rambutnya panjang bergaya anak band. Menyedihkan... menyenangkan... kasihan...
Beberapa rasa tiba tiba serentak beradu dalam batinku, hingga tak mampu menciptakan mimik muka yang menarik di wajahku pagi itu.

Aku ingat betul.... justru karena aku ingat betul pernah menjadi manusia setengah setengah seperti mereka, justru karena aku tau betapa merugi membuang masa sma hanya dengan bermain main atau sibuk gengsi dan gaya belaka, justru itu aku tau.. aku terlalu tau hingga kini aku telah sadar.. betapa banyak kutumpahkan waktuku diperjalanan dengan sia sia, betapa aku pernah lama sekali mendholimi diriku sendiri... Karena itulah aku merasa cukup aku yang pernah begitu, jangan kalian.
Aku ingin kalian sadar, murid murid manisku.., bahwa percuma sibuk dengan kawan, lawan, suka palsu, main main, dan haha hihi mu itu... percuma.. sungguh lebih baik kau rintis masa depan dan kau bangun istana mimpimu, hingga saat dewasa yang sesungguhnya telah tiba.. kau tak merasa kosong, kau tak melompong.

Berhentilah menipu orang lain terlebih menipu dirimu, berhenti murid murid sayangku.. cukup aku... cukup aku sebagai gurumu kali ini, yang pernah merasa sia sia di masa lalu, jangan kalian./ Hamidah 08:18 pm

21 April 2014

Generasi yang dibungkam mulutnya dan haram bertanya

Hari ini aku ke pasar minggu kota malang, pasar yang hanya akan ada pada hari minggu pagi ini menjual berbagai macam barang dengan harga miring.
Ada satu cerita yang kubawa dari jalan jalan pagi yang membuat gerah itu..
Ketika ada seorang penjual mainan anak berupa tikus tikusan, katak, cicak, dan hewan hewan semacam itu yang berbentuk lentur sekali seperti jeli, jika mainan itu dilempar maka akan melentur seolah hendak pecah, tapi akan kembali lagi ke bentuk semula. Sontak beberapa anak kecil sibuk melongokkan wajahnya melihati mainan ajaib tersebut, jangan kan mereka yang masih kecil, aku dan kakakku yang sudah dewasa saja cukup terkesima melihatnya, dan inilah kalimat yang muncul dari seorang anak kecil laki laki berkaus lengan pendek.
Mungkin kini dia masih duduk di sd kelas 1 atau 2, "pak.. ini cara buat nya gimana?" Itulah pertanyaan sederhana darinya, sungguh sederhana bukan.
Bapak penjual mainan yang bertopi seperti bang ocit ala sctv itu pun menjawab "ya nggak buat, ini bapak juga beli" jawabnya enteng. Tatapan anak kecil itupun masih penuh tanya, dahinya mengkerut sedikit, tanda tanya masih menyeruak di kepalanya, tentu saja aku tau sebabnya, karena pertanyaannya tak membuahkan jawab.
Aku pun merenung sejenak, inilah generasi kita.. generasi kecil.. daun muda indonesia yang kelak memimpin bangsa. Mereka pandai, mereka cerdas, banyak pertanyaan pertanyaan hebat didalam benak, namun sekian banyak itu pula yang tak mendapatkan jawab.

Sadarkah, kita di didik untuk tidak bertanya. Kita di didik untuk tidak tahu asal mula, kita di cetak menjadi generasi yang suka praktis, apatis, dan tau final saja. Kita tak pernah diajari proses, yang penting adalah hasil. Generasi konsumen bukan produsen. Seperti halnya mainan tadi, andaikan si penjual bukanlah distributor akhir dari china atau manusia manusia berlabel luar negeri, andaikan si penjual tadi adalah produsen nya, maka tentu pertanyaan bocah kecil itu mudah terjawab, pertanyaan yang bisa membuahkan pengetahuan dan ilmu berharga. Siapa tahu anak kecil itu mampu berinovasi dan melahirkan ide lebih cemerlang, melakukan perbaikan terhadap produk yang sudah ada. Menyenangkan bukan. Jika sudah begini salah siapa? Sebenarnya aku tak benar benar ingin tahu siapa subjek yang salah, mungkin lebih tepat jika kita memperbaiki kesalahan yang sudah berlangsung cukup lama. Mari menciptakan generasi produktif yang inovatif dan berkualitas./Hamidah 20 april 2014, menjelang lahirnya pejuang yang membuka sekat sekat kebodohan di masyarakat pribumi, salam kemerdekaan yang hakiki RA. Kartini

27 September 2012

Empat tipe rumah di Indonesia


Ada 4 tipe rumah di Indonesia saat jam 5 pagi: 
  1. pintu terbuka dan lampu menyala = sang empunya baru pulang dari masjid melaksanakan sholat subuh berjamaah.
  2. pintu tertutup dan lampu menyala = sang empunya sudah sibuk mempersiapkan diri akan berangkat kerja (yang ini benar-benar patuh dengan slogan ”berangkat pagi biar rejeki gak dipatok ayam” hehe)
  3. pintu terbuka dan lampu mati = kemungkinan si punya rumah masih tidur sebab semalam begadang atau ronda dan lupa menutup pintu. 
  4. pintu tertutup dan lampu mati = karena si tuan rumah masih tidur dan kemungkinan kegiatan bermimpi itu akan berlangsung hingga matahari berhasil membentuk bayang-bayang sempurna tegak lurus. (aww..)

hamidah - sesaat ketika aku melamun di buskota pagi-pagi buta.

virus GANGNAM STYLE



1. Siapakah PSY?
PSY singkatan dari Park Jae Sang. PSY terlahir pada 31 Desember 1977. Artis yang berada di bawah naungan agensi YG Entertainment ini merupakan senior dari boyband Big Bang dan girlband 2NE1.

PSY ini memulai debutnya di dunia musik pada tahun 2001 dengan album PSY....From the Psycho World. Lima bulan kemudian album itu ditarik dari peredaran karena dianggap memberikan dampak buruk bagi generasi muda. Bahkan album keduanya, Ssa 2 yang dirilis di tahun 2002 juga dilarang beredar.

Penyanyi yang dijuluki Bizarre Singer ini memulai kesuksesan pada September 2002 dengan album ketiga dan lagu utama Champion. Namun baru-baru ini lirik lagu Champion dianggap bermasalah karena menyebutkan istilah Niga. Niga sendiri dalam bahasa Korea berarti kamu, namun dalam tata bahasa Inggris global Niga yang juga disebut Nigga adalah julukan rasis untuk kaum Afrika-Amerika.

2. Apakah Gangnam Itu?
Gangnam adalah kawasan yang terletak di bagian selatan sungai Han di Seoul, dengan bagian utara sungai itu bernama Gangbuk. Gangbuk awalnya menjadi jantung kota Seoul sampai akhirnya Gangnam mulai dikembangkan di tahun 1970an.

Ketika kawasan Gangbuk menjadi pusat kawasan yang dihormati terutama menjadi tempat tinggal Dinasti Joseon dan presiden Korea Selatan sekaligus pusat ekonomi, Gangnam mulai berubah setelah kawasan ini didesain ulang menjadi daerah komersial dan dibangun infrastruktur transportasi moder di tahun 1970-an.
Distrik Gangnam sendiri dibagi menjadi 22 kawasan. Di antaranya adalah kawasan yang akhirnya menjadi daerah mewah dan berkelas seperti Apgujeong, Cheongdam, Yeoksam, Samseon, dan Nonhyeon.

3. Gangnam Dulu dan Sekarang
Proses pengembangan kawasan Gangnam mulai semakin pesat di tahun 80an dan menyebabkan masalah yang mengakibatkan harga tanah menanjak lantaran spekulasi real esrare. Bahkan beberapa sekolah prestisius di kawasan Gangbuk berpindah ke Gangnam. Area bernama Distrik Sekolah Gangnam 8 akhirnya menjadi kawasan sekolah paling berkualitas di Korea Selatan.

Gangnam semakin dikenal dengan kehidupan kelas atas dan dunia malamnya yang gemerlap. Gangnam kini diisi oleh pusat perbelanjaan mewah, restoran, dan nama-nama agensi entertainment raksasa K-Pop seperti SM Entertainment dan JYP Entertainment. Gangnam bahkan mendapat julukan sebagai Beverly Hills-nya orang Korea.

Perkembangan tak merata antara Gangnam dan Gangbuk membuat jurang perekenomian masyarakat yang begitu dalam. Selama 4 dekade terakhir, Gangnam telah menjadi ikon untuk orang-orang kalangan jetset di Korea yang mewakiliki kehidupan mewah kaum borjuis di Korea Selatan.

4.Arti Lagu Gangnam Style
Lagu Gangnam Style memang menceritakan kehidupan masyarakat kelas atas distrik Gangnam, sekaligus sebuah sindiran yang bersifat parodikal.

"A girl who looks quiet but plays when she plays
A girl who puts her hair down when the right time comes
A girl who covers herself but is more sexy than a girl who bares it all
A sensable girl like that"

"I’m a guy
A guy who seems calm but plays when he plays
A guy who goes completely crazy when the right time comes
A guy who has bulging ideas rather than muscles
That kind of guy"

Bait pertama lirik itu bisa berarti seorang gadis yang terlihat tenang tapi mampu diandalkan. Seorang gadis yang tak perlu berpakaian mini tapi justru lerlihat sangat seksi. Sementara di bait kedua, diceritakan bahwa PSY adalah seorang pria yang tenang namun bisa diandalkan dengan ide-ide cemerlangnya, di mana kepintarannya lebih besar daripada otot six pack di tubuhnya.

Sementara lirik populer 'Oppa Gangnam Style' bisa berarti bahwa 'saya bergaya hidup Gangnam'. Oppa sendiri dalam bahasa Korea berarti sebutan dari perempuan untuk saudara laki-laki yang lebih tua. Tapi Oppa juga bisa berarti kata ganti pertama.

Sindiran ini menjurus kepada masyarakat gangnam yang lebih mengutamakan kekayaan, ketampanan, kecantikan, bentuk tubuh yang sempurna daripada sifat, sikap, dan pengetahuannya.

5.Arti Music Video Gangnam Style
PSY menyebutkan bahwa dirinya memilih konsep MV Gangnam Style dengan 'dress classy dance cheesy'. Sehingga dalam MV itu PSY tampil dengan baju parlente ala masyarakat kelas atas.

Sama seperti lirik, MV juga menyinggung kehidupan penduduk Gangnam yang berkelas dan seringkali menghabiskan waktu di tempat-tempat yang mahal. Ada sekumpulan orang tua jutawan yang mudah marah dan tersinggung karena hal sepele, maupun gadis-gadis seksi dan pria dengan pesona fisik memukau yang gaya hidupnya begitu borjuis atau juga pria-pria dewasa hidung belang yang merupakan pengusaha sukses tapi gemar menghabiskan waktu dengan banyak wanita dan pesta.

Pro kontra bermunculan pada video clips ini Adrian Hong, seorang konsultan Korea-Amerika menjelaskan bahwa MV itu juga menyinggung penggunaaan kartu kredit yang tinggi di kalangan orang dewasa. Disebutkan mereka memiliki sampai 5 macam kartu kredit per orang semenjak pertengahan tahun 1990.
Namun Hong juga menambahkan bahwa alur cerita MV hanya khayalan PSY semata. Di mana dirinya berharap menjadi seorang masyarakat Gangnam, tapi nyatanya dia hanya seorang pengkhayal.

6. Arti 'Tarian Kuda' Gangnam Style
Tarian kuda yang menjadi ciri khas lagu itu. Tapi dari mana sebenarnya julukan tarian kuda itu berasal?

Seperti yang banyak diketahui dalam drama Korea, terkadang ketika sebuah karakter diceratakan merupakan tokoh yang kaya raya, salah satu kegiatan yang seringkali mereka lakukan adalah berkuda.

Sama dengan apa yang ada dalam cerita drama Korea, konon pemuda di kawasan Gangnam kerap kali menunjukan kehidupan borjuis mereka dengan berkuda. Sehingga jika PSY memilih tarian kuda dengan lagu Gangnam Style, maka keterkaitan itu terasa lebih cocok. Bagaimana menurut kalian?

7. Raihan Popularitas Gangnam Style
Gangnam Style pertama kali dirilis pada 15 Juli 2012. Awalnya lagu ini hanyalah dianggap sebagai lagu baru comeback .

Lagu ini mulai populer melalui kalangan pengguna jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter yang mengakibatkan pengguna di luar Korea menjadi penasaran dan tertarik. Sehingga efek bola salju itu sampai di kalangan artis Amerika Serikat.

Di awal Agustus, lagu ini menjadi fenomena global ketika media internasional mulai membicarakannya. 4 Agustus, Los Angeles Times menulis mengenai Gangnam Style. Pada minggu terakhir Agustus, Billboard Magazine melaporkan bahwa PSY berhasil ada di posisi teratas Billboard Social 50 dengan mengalahkan Taylor Swift.

Setelah itu, popularitas Gangnam Style semakin tak terbendung. Gangnam Style menjadi lagu K-Pop pertama sepanjang sejarah yang berhasil meraih viewers MV di atas 150 juta kali di Youtube.

sumber: http://postingbebo.blogspot.com/2012/09/sejarah-gangnam-style.html

10 Juni 2012

Dangdut is the music of my country !

don't blame dangdut, blame the singer!!!
jaman memang semakin edan, tetua bilang "wahai anak muda, cintailah budaya bangsamu cintailah ciri khas negerimu, banggalah dengan produk Indonesia."
saya sangat sangat setuju dengan nasihat diatas barusan. pasalnya anak muda jaman sekarang udah gila sama negara orang. gak budayanya, gak cara berpakaian nya, gak musiknya, semua nya deh. Bahkan kalo ada orang yang belum pernah liburan ke luar negri, bakal dianggap jadul.
eits, tapi tunggu dulu... setuju sih setuju.. aku setuju banget kalo generasi muda musti lebih cinta sama negri sendiri, tapi tapi... coba liat deh produk Indonesia kita!
www.iniunik.web.id
so sorry, maaf kalo agak seronok. ya tapi itulah kenyataan produk indonesia masa kini spesifiknya dalam bidang permusikan. nah so? gimana anak muda gak pada lari kebirit-birit dan lebih milih pitbull, j-lo, atau yang lainnya. mungkin mereka pikir, "sama-sama bejatnya, paling gak masih good listening-an lagu manca, ya kan ya to?"
oh my God, aku menghela nafas panjang kalo udah liat para wanita diatas? tega banget sih, demi sesuap nasi mengorbankan dirinya dipertontonkan kayak gitu, lebih-lebih mereka telah ikut andil dalam upaya pembobrokan moral bangsa!!!
"mau dibawa kemana" teriak armada, bener banget, mau dibawa kemana generasi muda masa kini kalo terus-terusan dicekok-in hal-hal gak bener kayak gini.
ini sudah menodai citra musik dangdut, yang notabene musik asli indonesia.
coba liat perbedaan yang sangat sinkron antara musik dangdut masa kini dengan jaman dulu.
dangdut jaman nya camelia malik mah biasa-biasa wae, gak pake ngejingkrak-jingkrak dia tetep laku, gak pake naikin kaki ke sound system suaranya tetep oke. nah kan intinya emang jual suara, bukan jual bodi mbak mbak yang cantiik.... prihatin banget deh liatnya. sebagai seorang wanita aku ikut miris dan jijik banget, kok gak risih sih?
selain penampilan para pedangdut masa kini yang sumpah miskin kain dan ugal-ugalan, lirik lagunya pun semakin.... haduh duh... rusak stadium akhir!
kemarin tuh pas sore-sore aku liat acara musik di tv, gak sengaja yang lagi tampil di panggung adalah penyanyi dangdut pendatang baru, mukanya sih mirip donita, emang sih cuaaaantik banget, tapi lirik nya itu lhoo... YA TUHAN... gak banget sih, simak deh, masak liriknya kayak gini:

aku sayang jantungku deg-degan
waktu kamu peluk diriku
aku sayang badanku gemetaran
waktu kamu kecup keningku
1 jam saja bercumbu denganmu
1 jam saja ku dimanjakanmu
1 jam saja ku bercumbu rayu
1 jam saja bercinta denganmu
aku disentuhnya, aku dibuainya
aku diciumnya, aku dipeluknya
aku dicumbunya, aku dirayunya
1 jam saja oh mesranya
1 jam saja, 1 jam saja

INI MAKSUDNYA APAAN????????!!!!! woooy apa-apaan ini?? hellowwww... everybody....are u still okay? astaga... bener-bener deh ya..
belum lagi kalo yang dengerin lagu ini adalah anak bayi-bayi, balita, anak sd, anak smp, anak-anak deh pokoknya, apa yang pertama kali muncul di benak mereka ha? ha? ha?????????? pasti tanda tanya gede!!!!! ASTAGA..... merusaaaak sekaliiiii, aku maraaaaaaaahhhh! jelas gak terima donk!!!
oh wow, aku aja sampe melongo sendiri ngedenger lirik nya, gak salah nih lagu? huaa mengenaskan tau.
Dangdut jaman dulu, liriknya mungkin sudah berbau cinta dan kemesraan. tapi setahuku gak se-vulgar dan se-... se-apa ya, haduh haduh sumpah aku gak bisa deh ngegambarin nya, cuman bisa geleng-gelengin kepala. ckckck -.-"
(mari selamatkan generasi muda Indonesia! berantas ke gilaan iniiiiiiii, aku gak tahaaaan!!)


5 Juni 2012

keindahan Indonesia yang terlewatkan

liburan panjang ini membuatku jadi ngiri dan super envy kalo ngeliat gambar atau video tentang tempat-tempat rekreasi. hiiii kepengeeeen banget rasanya lari kesana sendirian, main main disana sendirian, renang, diving, liat terumbu karang, makan ikan bakar, berjemur, dan ah sayangnyaaa.. itu cuman mimpi -_____-
but no problemo, gak ada kenyataan-mimpimu boleh. akhirnya aku jadi pengen nulis nulis tentang keindahan alam Indonesia yang tanpa sengaja udah banyak dilewatkan oleh kita atau penduduk indonesia. kenapa sebagai Indonesian kita malah lebih hobi maen ke negara orang dan bangga, merasa berkelas banget kalo udah go to singapore, malaysia, thailand, japan, korea, atau juga USA. padahal gak juga kan kalo mereka-mereka yang udah sering maen kesono-sono itu udah pernah keliling indonesia. palingan juga ke raja ampat belum (sama deh kayak aku, belum pernah, hehehe)
nah! itu dia RAJA AMPAT-PAPUA, sorga nya diving! mungkin kalian pernah degar kan, ya itu dia, tempat yang pengen banget aku kunjungi sekarang setelah sebelumnya adalah TAMAN LAUT BUNAKEN. hiiiiiiii.... coba aku dapet undian liburan keliling indonesia, pasti seruuuu.
kenapa juga yang di tivi tivi sukanya bilang "liburang ke hongkooongg, liburan ke disney land....., liburan ke siniii sonoooo, sekali kali dong, BERHADIAH UTAMA LIBURAN KELILING INDONESIA SATU BULAN PENUH, DIJAMIN PUAS" hahahahha. coba deh liat gambar ini, pasti pengeeen.......hem aku sampe gigit jari.... :(

Hiiiii ngiri banget sama orang yang lagi diving di gambar itu, kapan ya aku? masak iya aku sebagai keturunan asli warga Indonesia gak pernah kesana, sedangkan Nadine Chandrawinata( mantan puteri Indonesia) yang notebene bukan keturunan indonesia tulen aja udah berkaaaali kaaaali diving dan keliling Indonesia :(. Hi... gak salah ya kalo sampe di Raja Ampat san tuh ada yang namanya "Papua Diving", yang punya resort itu adalah Warga Negara Asing, mereka lebih memilih tinggal dan menetap di Indonesia karena sudah terlanjur jatuh cinta sama keindahan raja ampat (terlanjur jatuh cinte sama duitnya juga kali ye, secara kan mereka dapet duit banyak ngediriin resort disono hehehe ampun mister).
Nah seperti yang aku bilang tadi, tempat yang pengen aku kunjungi sebelum Raja Ampat adalah Bunaken. saking ngilernya pengen kesana, aku sampe pernah tanya-tanya ke temenku yang asli sulawesi -vista rosita namanya- tentang bunaken. huuuui, dia malah cerita ke aku kalo dia udah pernah kesana, dia bilang kalo aku mau kesana nginep dirumahnya aja heheh (tuhkan udah ada jalan terang, gudlak deh!), di sana ada dinner diatas kapal yang jalan ditengah laut, wuuuuuuuaaaa mau bangeeeeet!!! ini deh aku kasi liat gambarnya


Ya Tuhaaaan, orang itu bikin aku makin gigit jari gigit kuku gigit kaki gigit kepala *loh loh bahaya*. okelah aku ngalah, sekarang boleh kamu yang asik-asikan nampang dan foto disana ditengah terumbu karang bunaken, tapi liat aja, bentar lagi dalam waktu dekat, akulah yang akan foto sambil ngakak disana dengan bangga!!!!! *tatapan sinis* hehehe kok jadinya kayak perang gini sih, biasa aja kaleeee hehe.
over all emang indonesia itu kaya rayaaaa banget, coba dong kita lirik wisata dalam negri kita, sebagai generasi muda patut banget kita memupuk kecintaan kita pada negri ini, karena kelak semua warisan ini jatuhnya ketangan kita juga kan. oke deh kalo gitu, see you at maldives ya. lho bukan! gambar yang dibawah ini bukan maldives tapi bunaken .. miripkan? makanya gak usah jauh jauh kesono hi hi hi

18 Mei 2012

Lady Gaga ooohh Lady Gaga

kalo kaum muda, pasti udah familiar, justru kalo anak muda jaman sekarang gak kenal dengan wanita berusia 26 tahun ini malah parah, dikatain nya sih "jadul". aku sendiri pertama kali dengar namanya dan tau lagunya ya dari teman-teman SMA, lagu pertama lady gaga yang aku dengar adalah bad romance. beeh emang iya kok, lagunya asik banget, easy listening, mudah diinget dan... pokoknya sekali dengar langsung nancep aja rasanya diingatan.
dan sekarang inilah yang lagi rame dibahas dimana-mana. gak di berita formal, di infotainment selebriti semua sibuk ngebahas wanita yang dijuluki mother monster. sampe bapak ku aja, yang awalnya gak tahu menahu siapa lady gaga akhirnya juga tahu kan. orang di indonesia lawyer club dibahas dikupas abis-abisan. gini nih sebenernya malah naikin pamor lady gaga ya gak sih?
hehe. terlepas dari itu semua sebenarnya yang dipermasalahkan dari lady gaga itu apaan sih?
benarkah memang lirik lagunya itu menyembah setan, mendukung lesbian dan gay, tidak mendidik, bersekutu dengan judas atau juga penampilannya yang tidak seronok, mengandung pornografi, tidak sesuai dengan adat ketimuran indonesia? jadi yang mana?
gini nih, menurut ku semua emang ada plus minus nya ya.
over all lady gaga emang jempol banget, lagunya, suaranya, konsepnya, bisa dibilang menggoncang dunia. buktinya, emang banyak banget fans nya.
disisi lain, dari kacamata kaum agamis, lady gaga sungguh sangat bertentangan dengan ajaran agama, apapun agama itu. dia berpenampilan kurang sopan, hingga ditakutkan akan menjadi kiblat dari anak muda masa kini yang dimana-mana anak muda sukanya main tiru yakan. menelan mentah-mentah apa yang mereka lihat dan mereka dengar.
sedang dari kacamata kepolisian dan para punggawa negara, kenapa tidak setuju, karena ya itu, para tetua tahu bahwa bangsa ini adalah bangsa yang memegang teguh adat ketimuran yang kental akan kesopanan, tidak urakan, tidak amburadul, dan seterusnya.
masih gak sih kita sayang sama negeri dan budaya kita? bangga dong harusnya kita bisa mempertahankan ini, jangan malah malu, apalagi kalo ada orang bilang, "ah Indonesia, sok nolak lady gaga, jadul banget sih hari gini masih sibuk mempertahanin budaya. globalisasi maaan". okelah oke, ini waktunya globalisasi, tapi globalisasipun harus sehat dong, bisa nyaring mana yang baik dan patut atau mana yang tdak baik dan tidak patut.
sebenarnya selama ini, ya inilah yang ditakutkan, dampak globalisasi yang akan menghancurkan bangsa dan melunturkan budaya.
aku malah sedih banget pas denger di tv ada yang bilang, "jauh sebelum lady gaga, di indonesia juga sudah sering dipertontonkan pertunjukan yang tidak seronok seperti dangdut koplo". hei mas, bang, pak., tolong doooong tolong yaaa... JUSTRU KARENA ITU! justru karena selama ini di indonesia sudah banyak hal yang gak bener kayak begituan, kenapa malah ditambahi lagi mengimpor dari luar negeri? ya dibenerin dulu dong yang rusak itu, eh kok malah makin dirusakin. udah rusak sekalian rusak aja, gitu ya maksudnya? bego banget sih!
tante lady gaga, maaf ya, mending gak usah kesini deh, kita lagi sibuk ngebenahin negara nih. kapan-kapan aja ya kesini nya, hehehe at least tante lady gaga keren kok. sebelum liat video klip tante aku ngefans banget sama lagu-lagu tante, eh begitu liat video klip nya, buru-buru aku hapus deeeh. Tangames Indonesia! mari kita selamatkan generasi muda penerus bangsa!-hmdh-

5 Maret 2012

teori ekonomi dalam perasaan manusia

Entah aku terlalu ilmiah, atau sok tahu, atau malah terlalu ter-sugesti pelajaran ekonomi yang akhir-akhir ini menjejali otakku? Mungkin aku terlalu percaya dengan hukum cetusan David Ricardo pada teori produksi, yang berjudul “The Law of Diminishing Return”. Hukum ini membagi tahap produksi menjadi seperti ini:

1. Produksi marjinal terus meningkat sampai maximal
2. Mulai produksi marjinal maximal sampai produksi marjinal = 0
3. Mulai produksi marjinal 0 sampai produksi marjinal negative

Jika digambar dalam grafik adalah sebagai berikut:


Atau mungkinkah aku terlalu percaya juga pada Hukum Gossen I, yang mengomentari perilaku konsumen. Dalam teorinya dikatakan ”nilai guna suatu barang/jasa jika dikonsumsi terus menerus mula-mula akan meningkat, dan secara perlahan-lahan akan menurun, dan akhirnya terjadi kejenuhan (kepuasan vertikal)”

Sebenarnya aku ini bahas apa sih, kenapa tiba-tiba menjadi sok ilmiah dan membawa-bawa teori ekonomi segala?
Sesungguhnya dan sejatinya, pikiran ini memang muncul saat aku sedang belajar ekonomi. Biasalah ya, anak kelas 3 SMA bawaan sok mantengin buku padahal nglamun hehe. Setelah kupikir, ke-dua teori tadi tak beda jauh dengan perasaan manusia, especially in terms of love and attraction.
One day, someone met someone, call they are MR.X and MRS.Y
  1. awalnya mereka bertemu dalam suasana biasa, atmosfer yang biasa, dan tentunya perkenalan biasa (disini tidak sedang bicara tentang cinta pada pandangan pertama, so anggap aja pertemuan mereka berdua awalnya flat sekali)
  2. mulailah tumbuh perasaan cinta karena terbiasa, atau karena alasan lainnya. Dan ternyata keduanya saling menyambut perasaan itu. Cinta mereka-pun terealisasikan, masih dalam hubungan pacaran.
  3. titik klimaks. Saat MR.X dan MRS.Y teramat dalam mencintai satu sama lainnya (serasa dunia milik berdua gitu deh)
  1. rasa cinta mulai pudar seiring berjalannya waktu karena sudah terlalu lama, hingga mencapai titik jenuh. Akhirnya putus deh. Dan saat seperti ini, soundtrack lagu yang paling ngena adalah:
-        versi dalam negri           : killing me inside (biarlah)
-        versi barat                    : my chemical romance (i don’t love you)

bener gak? Bener kaaaan…hahaha
so, cinta emang beda dengan drugs.
Kalo drugs dikonsumsi makin lama makin candu. Tapi kalo cinta, awalnya sih bikin candu, tapi lama-lama jenuh juga.
That’s all, itu sih pandanganku wek! Gak tau kalo yang laen. Heheee
5maret2012/saat aku sedang mainmain dirumah dan meninggalkan sejenak tentang sekolah

11 Februari 2012

Merampok ala robin hood. Mencontek ala siapa?

Beberapa hari yang lalu aku melihat berita di sebuah stasiun televisi swasta (tv one:red) sedang sibuk membahas tentang seorang perampok asal Riau yang merampok demi tujuan mulia. Ia merampok untuk membantu seorang nenek yang kelaparan, dan tentunya merampok untuk dirinya sendiri, sebagai sang lakon.
Kala video pemeriksaan lelaki paruh baya itu diputar di tv, ia terlihat sedang berjalan menuju ruang pemeriksaan di sebuah kantor polisi dengan berjalan tenang dan senyum bahagia diwajahnya. Mungkin itu benar sebuah senyum kebanggaan karena dia merasa mencuri untuk tujuan mulia, atau mungkin senyum “pura-pura” bangga demi menutupi rasa malu.
Terlepas dari apa yang sedang disenyum kan nya, banyak pendapat malah mencuat mengomentari sikap lelaki itu. Ada yang mengutuk-ngutuk tidak setuju dengan tindakan perampokan yang dilakukannya walau ia berdalih untuk membantu nenek. Bahkan ada pula yang terang-terangan mengatakan setuju dan mengaku salut dengan sikapnya. Salah satunya adalah budayawan Sudjiwo Tedjo, yang juga ikut hadir di studio tv one malam itu. Dia mengatakan ”menurut saya perampokan yang mungkin terinspirasi dari Robin Hood ini jauh lebih mulia ketimbang para koruptor. Korupsi jelas-jelas merampok hak rakyat jelata dengan motif ingin memperkaya diri sendiri, dan korupsi jauh lebih global dampaknya. Contohnya saja korupsi dana anggaran jalan raya, kemudian kualitas jalan raya yang dibangun menjadi buruk, terjadilah kecelakaan dan itu menyebabkan kematian. Contoh lain, korupsi membuat rakyat miskin tidak mendapatkan haknya kemudian dia mati kelaparan. Itu bukan hanya wacana namun kenyataan yang benar-benar sedang terjadi dewasa ini. Sedangkan Robin Hood ala Indonesia ini merampok untuk membantu nenek kelaparan, walau mungkin dia juga menikmati hasil rampokan nya tersebut dalam artian tidak semuanya diberikan pada nenek itu, namun ini hebat.” begitulah kurang lebih opini yang dikemukakan mbah tedjo.
Sekarang, saya yang ingin beropini, namun bukan lagi tentang robin hood sang perampok mulia, namun tentang perampokan yang terjadi dibangku sekolah. Mencontek, jujur atau munafik kita pasti semua sudah paham apa makna kata itu. Tidak ada anak sekolah yang tidak mengerti maksud kata mencontek, ngrepek, menyalin jawaban teman atau apalah itu.
Jika merampok yang dilakukan pria Riau tersebut masih memuat nilai sosial ketimbang para koruptor, apakah mencontek masih juga bisa ditolerir? Masihkah ada seorang seperti sudjiwo tedjo yang akan mendukung kegiatan mencontek? Mungkin dulu tidak, tapi sekarang ada-walau tidak banyak.
Bagi semua orang, baik yang tidak melakukan atau yang melakukan, mencontek adalah hal buruk. Namun praktek mencontek sudah biasa terjadi bahkan semakin dianggap lumrah mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi.
Bagi sebagian kalangan, mereka begitu menajis-najiskan perlakuan mencontek. Dengan alasan itu bukanlah hasil sendiri, itu tidak mengukur kemampuan diri, dan itu perbuatan curang. Namun justru ada pendapat berbeda yang mencuat mengomentari praktek mencontek.
Mencontek adalah hal biasa, bukan hal yang berlebihan yang perlu dibahas secara menggebu-gebu. Kita tahu mencontek adalah hal curang dan tidak jujur, dan ketidak jujuran akan berdampak pada perilaku individu itu dalam kehidupannya. Mungkin kala dia menjadi pemimpin dia akan berlaku curang dan tidak jujur pula. Namun kembali lagi, kita flashback, siapakah yang salah? Murid ataukah sistem? Sistem yang memaksa murid menjadi insan teladan sempurna yang cerdas dan membanggakan, sedang kemampuan siswa ibaratnya jauh panggang daripada api, namun sistem tak mau peduli.
Ulangan, ujian atau yang semacam itu bukanlah satu-satunya tolak ukur. Kala siswa mencontek dalam ujian atau ulangan, sepertinya itu bukan hanya didasari faktor ingin lulus saja. Jika diselami lebih dalam, maka akan banyak sekali faktor yang menyebabkan ”perilaku kepepet” itu muncul dibenak mereka. mungkin karena faktor pemahaman yang belum rampung, faktor orang tua yang terlalu berharapan besar dan mereka enggan mengecewakan, kemudian masih banyak lagi kemungkinan. Jika seorang murid tersebut mencontek, kemudian dia mencocokkan jawaban temannya dengan soal (tidak serta merta menyalin jawaban), mungkin itu bisa dianggap sebagai salah satu proses belajar. Dia memahami soal dan mengerti jawaban yang benar dari temannya.

Dari perampokan harta menuju perampokan prestasi. Indonesia memang masih dirundung duka kala berbincang masalah jujur dan idealisme. Indonesia masih miskin pendirian walau sudah ada pancasila yang kokoh dijadikan pondasi. Namun apalah arti bangunan yang sempurna jika hanya ada pondasi tanpa ada dinding dan atapnya?
Lagi-lagi semua nya adalah saling berkesinambungan dan tak ada pendahulu juga pengakhirnya. Kegiatan mencontek didasari sistem yang begitu egois dan semena-mena. Tidaklah setiap individu itu sama, mereka ingin melakukan hal mulia (mungkin dalam hatinya) namun tanpa kemampuan yang cukup, maka terjadilah hal seperti perampokan ala robin hood atau mencontek terdesak sistem.
10 februari 2012/19:23 hamidah

kolam susu


Malam ini aku sengaja mendownload lagu lawas milik Koes Plus. Mungkin tak banyak anak muda yang mengenal nama itu, namun lagunya yang berjudul Kolam Susu terdengar sangat menyenangkan di telinga. Musiknya bersemangat dan gembira. Menggambarkan Indonesia yang hebat dan kaya raya. Jika kalian tidak tahu yang mana lagunya, ingat saja salah satu lagu yang dinyanyikan Denada untuk sponsor kuku bima.
Berikut adalah lirik lagunya :
Bukan lautan hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang menghampiri dirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat, kayu dan batu jadi tanaman.
Bagaimana menurut kalian? Sangat sangat bagus kan!
Namun ketika pertama mendengar lagu ini, aku malah gigit bibir. Getir dan menyedihkan!
Hahaha, ternyata apa yang dinyanyikan koes plus kini malah berkebalikan.
Kenyataannya, Indonesia bukan lagi kolam susu, namun telah menjadi kolam nila.
Kini, kail dan jala jelas takkan mampu menghidupi, karena perahu penyamun dari negeri lain telah legal menjelajah dan memanen kekayaan laut kita.
Dan sekarang, badai dan topan sudah mulai menjadi sahabat, bukan? Kalaupun bukan badai sungguhan, namun badai kebodohan dan topan kebohongan sepertinya sudah seperti nasi dan lauk.
Orang tak lagi bilang tanah kita tanah surga, hanya sebagian kecil yang mengatakannya, dan itu bukan untuk seluruh indonesia. Mungkin hanya untuk Bali sang Pulau Dewata yang memang surga nya turis dan bule berduit.
Bahkan lirik yang satu ini juga sudah tidak. Tongkat, batu dan kayu jadi tanaman. Mana bisa? Jangankan tanah biasa, tanah sawah yang subur saja sudah terendam lumpur dan membusuk berujung sengketa dan penggusuran. Mau dimana rakyat jelata menancapkan hasil bumi, jika semua lahan sudah disulap menjadi real estate dan perumahan mewah yang memboyong arsitek handal dari negeri orang.
Benarkah syair lagu Koes Plus akan tinggal kenangan? Tidakkah bisa diulang, kala Indonesia masih berjaya dengan kemandirian dan kehebatan zamrud khatulistiwa nya? Negeri Kolam susu dan Tanah surga, kembalilah. 21:27/25 januari 2012.

26 Desember 2011

Ababil = ABG labil

Remaja ABG itu emang sarat banget dengan kesan labil. yeah all right, namanya juga masa transisi. Masa alay dan masa egois sedang gencar-gencarnya menguasai diri kiti (para ABG). Dan ternyata ABG bukan cuman mencakup warga SMA doang ya, anak kuliahan pun masih banyak yang dikata ABG. Utamanya mereka yang masih semester awal, yang udah mau skripsi mah udah bisa dikata masuk kategori dewasa. Okelah kalo begitu, kita akui saja diri kita labil. Dengan bukti-bukti sebagai berikut :
  1. sikap alay yang contoh mudahnya digambarkan dalam gaya sms.
  2. egois setengah mati.
  3. ogah banget mengucap kata maaf.
  4. tidak mau memulai sesuatu, karena gengsi.
  5. menyikapi masalah dengan menggebu-gebu dan membara.
  6. ingin menjadi yang nomor satu tapi dengan cara instan.
  7. This is the last but very important, ini dia…. Jeng jeng,,, SERING GALAU. Iya kagak?
Gak terasa sebentar lagi para kawula muda yang udah menginjak kelas 3 SMA, kita udah bakalan lepas baju. Eits, jangan netting, lepas baju abu-abu putih ganti dengan baju bebas atau katakanlah almamater universitas. Wuuui, udah berasa kita dewasa banget ya. Iyahh, waktu melesat amat cepat seperti smash-an taufik hidayat waktu main bulu tangkis.
Oke, selamat menjalani hari-hari akhir mu di bangku SMA (yang kadang alay, menyebalkan, memuakkan, menjenuhkan, dan kadang juga asik sih hehe), dan juga sampai jumpa nanti, dibangku kuliah.
Lets make a movement, from galau to wisdom (kayak salah satu episodenya mario teguh-golden ways hehe)

25 Desember 2011

kisah SMA


Kisah SMA, masa dimana jiwa seorang remaja sedang labil-labil nya. Masa konflik, brutal, ingin bebas, tak mau dikekang, namun juga tuntutan sekolah, belajar, cita-cita, masa depan, semua sedang bercampur menjadi satu.
Siapa yang kuat, dia akan mencapai cita nya. Dan siapa yang lemah dan kalah, dia hanya akan mencapai masa ter’bejat’nya.
SMA, selama ini hanya dipandang dari sisi hura-hura, foya-foya, sisi cinta, dan sisi hepinya yang seolah tidak berujung dan tak ada habisnya diceritakan. Padahal sebenarnya, banyak hal lain yang jauh lebih penting dibahas dan diceritakan dibanding dengan bahasan tentang cinta-cinta dan monyet-monyetnya itu.
Iya, memang benar jika masa SMA itu menyenangkan. Bukan berarti aku akan menyoroti bahwa SMA adalah masa yang buruk atau suram, tidak. Disinilah akan sedikit kuungkapkan, sisi dibalik dunia remaja yang sarat akan kebrutalan, kerusakan moral, kebejatan tingkah laku, hancurnya adat ketimuran, dan lunturnya rasa kekeluargaan.
Yang mereka percaya hanyalah teman, yang mereka panut adalah ajaran kawan. Yang mereka benci adalah musuh, dan yang mereka takuti adalah lawan. Sudah tak ada peran orang tua, hilang sudah peran keluarga. Tuhan dan kewajiban beragama menjadi yang nomor sekian, apalagi guru dan orang tua.
Sekolah, bukan lagi bermakna tempat untuk mencari ilmu, tapi tempat untuk mencari kawan, lawan, dan pacar. Mereka sekolah untuk bercanda, mereka sekolah untuk berkumpul dengan komplotannya. Sekolah bukan lagi bermakna tempat menuntut ilmu, tapi tempat untuk menuntut hak kebebasan. Mereka hanya pandai bergurau, mereka hanya handal terbahak. Sekolah seperti bukan tempat pencetak generasi penerus bangsa yang baik, namun dialih artikan sebagai tempat pencetak preman dengan skill merokok, minum dan berkelahi yang mumpuni.
Inikah generasi Indonesia yang selanjutnya? Dimana hati-hati mereka? Sudahkah mereka menyisihkan waktu sejenak disela gelak tawa mereka untuk mengingat Tuhan? Untuk mengingat orang tua yang tak pernah lelah mengingatnya, memikirkannya, dan bekerja untuk mereka?
Dimana Indonesia? Dimana nafas-nafas penerus Bangsa Indonesia yang kita idamkan, yang kita impikan, dan kita nantikan? Dimana pemuda indonesia? Mereka kah? Yang dengan seragam abu-abu putih mereka sedang bermain-main diwarung saat jam sekolah berlangsung. Yang sedang asyik dengan puntung-puntung rokok mereka. Sedang sibuk dengan merk-merk rokok mahalnya.
Mereka kah Indonesia? Yang tanpa rasa bersalah meninggalkan keluarganya hanya demi berkumpul dengan kumpulannya bak bebek sawah yang selalu diributkan dengan kekayaan, motor, mobil, pacar, merk tas, merk sepatu, minuman keras, dan tawuran. Mereka kah Indonesia? Yang brutal, yang rusak, yang kacau, liar, mengenaskan, dan tragis?
Pasti suatu saat mereka pernah berpikir. Mereka tak bangga menjadi diri mereka yang brutal, rusak, dan lain sebagainya. Pasti suatu waktu, mereka merasa.. jenuh dengan mereka yang hanya pembuat onar. Pasti sesekali, terlintas di benak mereka.. mungkin untuk melakukan kebajikan.. mungkin untuk melakukan perubahan

Mereka bilang, mereka ingin hidup yang lebih berwarna, yang tak monoton, dan tak itu-itu saja. Padahal bukan begitu kawan caranya mencari hidup berwarna dan tak monoton. Bukan dengan membebaskan diri dengan bebas sebebas-bebasnya yang tanpa kontrol. Jangan berpikiran sempit, karena dunia masih begitu luasnya. Mereka pikir dengan pergaulan yang penuh brutal tanpa aturan, mereka merasa nyaman dan akan menemukan nikmatnya kehidupan, karena tidak akan ada yang melarang, menasihati, dan memarahi mereka. Semua free, bahkan kawan-kawannya akan mendukung 100% apapun kebejatan yang mereka lakukan.
Tapi tidak, bukan itu makna hidup berwarna yang sesungguhnya. Kalian tidak tahu. Bukan itu juga yang dimaksud kawan sejati. Kalian pikir kawan sejati adalah kawan yang solid, yang selalu pro dengan segala apa yang kita lakukan. Musuh satu orang adalah musuh semuanya juga. Masalah satu orang adalah masalah semua juga. Bahkan tawuran satu orang, maka tawuranlah semuanya juga. Begitukah menurut kalian makna solidaritas?
Suatu saat kita akan sama-sama tahu. Iya, kalian tak salah jika masih berpikiran dangkal. Pantas jika kalian masih memiliki paradigma seperti itu. Tidak bisa dipungkiri, memang berada ditengah-tengah mereka yang sejiwa dengan kita itu menyenangkan. Tapi itu tak selamanya benar.
Mungkin kalian sekarang tak paham, mungkin kalian sekarang belum mengerti. Tapi suatu saat kalian akan mengetahui, bahwa hidup bukan hanya dinilai dari sisi seberapa monoton atau berwarna nya. Tapi dari kualitas dan bobot nya.
Ingatlah, masa depan kalian masih jauh disana. Citamu membumbung tinggi diangkasa. Tidakkah kalian kasihan, dia sedang menunggu? Menunggu kalian raih dan gapai. Tataplah, masih ada jalan yang terang, tidak semuanya hitam legam, lantas kenapa kalian memilih yang gelap seolah sudah kehabisan pilihan.
Ayolah generasi muda, Indonesia sedang menunggu kalian bangkit. Indonesia sedang menunggu kalian dimasa depan. Perjuangan bangsa ada dipundak kalian, kepada siapa lagi Indonesia bertamak dan berharap jika bukan pada para pemudanya?
Apakah selamanya kalian ingin menjadi budak dan babu?
Masa muda bukanlah sekedar masa untuk berfoya-foya. Bukan sekedar masa yang sambil lalu dilewatkan begitu saja. Masa muda adalah masa perjuangan, masa dari kanak menuju dewasa. Bukalah pikiran kalian. Rokok, minuman keras, kekayaan, semuanya takkan berharga. Perjuangan kalianlah yang akan sangat diharapkan dan dinantikan.
Untuk Indonesia, bangkitlah kawan!

Hamidah Izzatu Laily/Aku tahu, aku mendengar dan aku mengerti. Pasti mereka inginkan perubahan baik.Karena akulah bagian dari SMA

19 November 2011

jempol

Jempol adalah ibu jari. Kenapa dikatakan ibu jari?  Apakah karena letaknya atau bentuknya? Lantas dimana anak-anak nya, apakah 4 jari lainnya itu? Dimanakah suaminya?
Hahahah, kenapa jadi membahas makna jempol atau ibu jari sih.
Tapi ternyata jempol memang mempunyai banyak makna dan arti ketika kamu mengacungkan nya pada orang lain.
Ketika seseorang mengacungkan jempolnya padamu itu bisa berarti
”Ok, absolutely I will handle all :)”
“Be careful friend, too much can hurt you so much”
“Relax, you’ll be ok. No one can make you cried again.”
Banyak kata yang bisa dimaknakan hanya dengan sebuah acungan jempol.
atau mungkin kata...
”Good job.”
”Bagus, pertahankan yang itu.”
”Ok, aku pasti setia”
”Yes, I got it. Aku berhasil”
Dan.... masih banyak lagi. semua yang ber-aroma positif pasti akan disimbolkan dengan jempol.
Tanpa kita sadari, ternyata kita banyak menggunakan jempol ini untuk menyimbolkan kebaikan dan hal positif yang kita sukai. Bahkan semua orang di dunia ini pasti tau apa makna jempol. Baik seorang bos besar, orang biasa, presiden, tukang ojek, murid, mahasiswa, perampok, pemulung, dan semua orang pasti pernah menggunakan simbol ini atau setidaknya tau bahwa jempol adalah simbol hal positif.
19.11.11

18 November 2011

17 november 2011


Malam ini pertandingan krusial, alot dan mendebarkan antara Indonesia dan Malaysia (musuh bebuyutan.red) dan akhirnya berakhir dengan skor 0-1. Indonesia harus menelan pil pahit kali ini, setelah tiga pertandingan berturut-turut menang telak dan melenggang bebas seolah tanpa halang rintang.
Awalnya sempat geram melihat komposisi pemain starter yang disuguhkan coach Rahmat Darmawan (RD).
Justru saat pertandingan dengan musuh bebuyutan seperti malaysia, kenapa harus pemain lapis 2 yang dikeluarkan? Sementara okto maniani, eggy, kurnia meiga, wanggai, andik, tidak dimainkan dan malah duduk manis dikursi cadangan , padahal mereka tidak sedang cidera atau akumulasi kartu.
Heran bukan?
Ditambah lagi dengan gol yang dicetak malaysia dimenit-menit awal, semakin membuat pendukung Timnas meragukan ’kewarasan’ Rahmat Darmawan.
Ternyata, itu semua ada alasan nya. Senjata utama tak mungkin dikeluarkan diawal, pakai dulu senjata yang biasa-biasa.
Indonesia sengaja menyuguhkan pemain lapis 2 dan membuat pertandingan dimenangkan oleh malaysia, maka dengan begitu indonesia akan kembali bertemu dengan malaysia di final. RD hanya ingin tahu sejauh mana kekuatan malaysia dan memahami betul titik-titik kelemahan malaysia. Tidak mungkin seorang pelatih sekelas Rahmat Darmawan membuat komposisi pemain yang asal-asalan. Dia hanya sedang mempelajari kelemahan musuh karena pertandingan ini tidak begitu penting untuk Indonesia. kalah menang indonesia tetap dipastikan sudah lolos ke babak selanjutnya.
Yakinlah, di final nanti malaysia akan dibuat bertekuk lutut didepan gawang indonesia dan didepan jutaan suporter indonesia.
AYO indonesia bisa, kami disini ’tuk mendukungmu!!!!

1 Oktober 2011

Kota Malang itu INDAH


Malang kucecwara, adalah surga kecil yang turun kebumi.” Itulah pujian berlebihanku buat Kota-ku tercinta, Kota kita semua yang damai nan sejahtera (sekali-kali pake bahasa lebay). Aku terlalu cinta Malang, aku mencintai semua tentangnya. Mulai dari kehidupannya yang damai, udara yang sejuk, jalan poros, gang sempit, jalan tikus, trotoar, perempatan, perumahan, perkampungan, bukit, jurang, semua hanya bisa diungkapkan dengan satu kata ‘Hebat’.
Gak bakal nyesel buat siapapun yang mau menetap di Kota Malang, buat kerja, kuliah, atau sekolah. Malang itu keren bahkan terlalu keren.
Ada sejuta hal yang membuatku jatuh cinta padanya, sampai gak bisa aku sebutkan satu persatu. Beberapa diantaranya adalah: Arema Indonesia, bakso (bakso mercon terutama), apel, tempat main, wisata, orang asli jawa yang ramah-ramah (kecuali yang nggak ramah hehe), dan masih banyak.

Sekarang -saat aku menyadari bahwa aku semakin mencintai Kota Malang- aku sedang duduk diatas kursi putih-dibawah pohon, sambil nunggu gorengan ayamku kelar dimasak. Lokasi ku duduk ini tepat di daerah depan kampus ITN Malang.  Lebih dikenal dengan perempatan ITN mungkin. Jam ditanganku baru menunjukkan pukul 17.56 WIB, tapi semua orang seolah tak sabar ingin segera menikmati ’Malang di malam hari’, suasana sesak-ramai-asik.
Waaa banyak banget manusia disini. Semua berjubel memenuhi trotoar dan jalanan ITN –yang semua tau- tergolong sempit. Tak salah, mereka –semua manusia ini- berjubelan demi makanan-makanan yang lezaaaat.
Seolah disini para bidadari lagi buka stan surganya makanan hehe. Banyak anak kuliahan yang asik melepas lelah setelah seharian peras otak buat belajar. Semua tumpah ruah menjadi satu, bener-bener gak ada stratifikasi sosial, semua SAMA! Gak ada sekat antara yang ber-almamater atau yang berjaket kulit bertuliskan ”PUNK NEVER DIES”. Semua menikmati malam dengan gembira dan bahagia.
Dipojokan jalan ada belasan punk itn yang rajin nongkrong. Bahkan kalau sampe ada absen kayak disekolah, mungkin mereka hampir gak pernah absen nongkrong di jalanan ITN ini, ya emang ini ibarat rumah mereka (ingetkan malang pernah diangkat cerita tentang kehidupan punk nya: Punk in Love)
Di sudut yang lain, ada beberapa anak asik main gitar diiringi suara parau vokalisnya (betulnya mereka lagi ngamen hehe).
Ada juga pasangan muda mudi yang lagi duduk. Ada yang keliatan lagi tengkar juga, hihi lucu. Ada yang lagi naik motor, ada yang sibuk goreng nasi, bakar sate. Ada juga orang naik sepeda sambil bawa sepatu, lengkap dengan kostum sepak bola nya, kayak habis futsal gitu. Waaah bermacam-macam aktivitas terjadi disini.
Langit bener-bener cerah banget walaupun ini emang gak lagi bulan purnama. Suasana Kota Malang yang damai kayak gini nih yang bikin aku gak bakalan mau ninggalin Malang (cieee). Harum angin juga bakal selalu aku rindukan banget. Coba kalo hidup gini-gini terus, damai dan tentram, juga menyenangkan- aku yakin gak bakal ada satu orangpun yang berpikiran buat ’minum obat nyamuk’ dan mengakhiri hidup. It’s never happened.
Haha lama-lama mataku pedes liat jalanan yang dipenuhi sorot lampu-lampu.udahan ah... 28sept2011

16 September 2011

2012ku dan mereka

kurang lebih 8 bulan lagi. yes, aku dan kita semua bakal nglahirin rame2. entah pakek operasi sesar ato pakek alami aja. hahahaha apa-apaan? it's not about pregnant but about our final examination.
ya, saya dan mereka adalah kelas 3 SMA, cepet sekali waktu berlalu. masih ingat bagaimana lugunya muka kita menginjak bangku SD, ternyata udah buru-buru disambut bangku SMP, dan tak lama kemudian hijrah ke SMA. sekarang udah mau kuliah? what, ini bukan mimpi kan. waktu itu maraton ya, kilat bener. apapun itu inilah kenyataannya, kenyataan yang harus saya dan mereka hadapi. jiwa-jiwa dilema dan aneh. hahaha what i mean, aku dewe gak ngerti.
sudah ada 4 buku tebal yang sedari 9 hari yang lalu nongkrong diatas almariku, ya... apalagi koleksi anak yang ngebet lulus kalo bukan buku kumpulan soal.
bawaan nya pengen nangis kalo ngomongin masalah cita-cita, mimpi, dan harapan, ya kan?
se-enjoy enjoy nya anak pasti pernah dong terbersit dalam pikirannya tentang masa depan dan citanya? ngomong sih emang gampang, mereka bilang "let it flow", mereka teriak "nyantai, ntar contekan" tapi prakteknya nggak semudah itu. kita juga musti banyak doa, ya walaupun aku dan mereka tahu.... mungkin Tuhan nggak semudah itu mengiyakan doa-doa kita yang se-abrek.
apa yang bakal terjadi besok, kita nggak ada yang tau. bahkan tentang apa yang akan terjadi sedetik lagi, itu semua rahasia, lebih rahasia dari soal Ujian Nasional (yang kadang juga bocor, heheh)
semangat 2012 sudah terasa memanas di ubun-ubun ku dan mereka, kita..... kita semua meminta padaMu Yang Maha Segalanya, permudahkanlah jalan kami.... jalan manusia-manusia bengal dan penuh dosa ini Ya Rabb.
2012, bukan kiamat, cuman film bodoh yang menafsirkan demikian.
2012, justru adalah pintu kemenangan... kemengan dari segala kemenangan.
aku adalah 12 sma, yang 2012 nanti akan sukses dan lulus dengan nilai memuaskan bersama berjuta siswa indonesia lainnya. biarkan bangku-bangku itu menjadi saksi, bahwa kita bukan cuma sekedar tertawa dan kelahi, kita juga belajar, kita juga bekerja keras.
biarkan papan dan dinding itu membisu dalam saksi yang melihat kita berjuang, melihat setiap peluh kita menetes. biar pula atap-atap itu menatap, dengan iba barang kali, kita yang sedang giat dan tak gentar. kita dengan beribu bahkan berjuta kekuatan, senyuman, tangisan, mungkin keluhan, lelah, ragu, takut, optimis, dan juga keberhasilan.
semua akan menjadi saksi, bahkan lantai itupun akan berbicara nanti, membicarakan kita yang telah beranjak dari sini... mungkin mereka akan merindukan kita, merindukan derap langkah perjuangan dan riuh gelak tawa kita. SMA, iya.... inilah perjuangan!