nah! telah sampailah kita kedepan pintu gerbang kemerdekaan dengan selamat sentosa
*apaan sih inikan bukan upacara 17-an*
sebenarnya aku sedang bahagia, karena berhasil menemukan lagu yang kucari, setelah melihat film luar negeri berjudul ONCE IN SUMMER bercerita tentang profesor yang hingga tua tidak menikah karena cinta masa lalunya entah kemana, kurang lebih gitusih cerita yang aku tangkap. karena translate nya pake bahasa inggris sih. jadi rada susah dimengerti oleh orang seperti aku -__-"
ber-FLASHBACK-lah cerita itu, kepada masa muda si profesor, yang ternyata dia jatuh cinta dengan gadis desa yang lugu. okay, mungkin itu terdengar klasik dan biasa aja, tapi ketika kalian liat sendiri cerita, asli deh kasian banget. nggak bakal banyak cengeng di sepanjang filmnya sih, tapi pas ending... hiksss.... kasiaaaan nya bukan cuman kasian aja tapi kasian banget.
lagu yang dinyayikan oleh ROY CLARK yang entak gimana mukanya orang ini atau masihkah beliau hidup atau sudah meninggalpun aku gak tahu. tapi lagunya enak kok. sekali lagi, sama seperti pernyataan ku yang lalu-lalu kalo "lagu jaman dulu emang lebih berbobot daripada lagu-lagu masa kini yang dominan dengan -maaf- lirik lirik sampah walaupun temanya sama-sama tema cinta"
lumayan pendek kok lagu ini cuman berdurasi 03:20 menit, inilah lirik lagunya
Seems the love I've known has always been
The most destructive kind
Yes, that's why now I feel so old
Before my time
Yesterday when I was young
The taste of life was sweet as rain upon my tongue
I teased at life as if it were a foolish game
The way the evening breeze may tease a candle flame
The thousand dreams I dreamed, the splendid things I planned
I'd always built to last on weak and shifting sand
I lived by night and shunned the naked light of the day
And only now I see how the years ran away
Yesterday when I was young
So many happy songs were waiting to be sung
So many wild pleasures lay in store for me
And so much pain my dazzled eyes refused to see
I ran so fast that time and youth at last ran out
I never stopped to think what life was all about
And every conversation I can now recall
Concerned itself with me and nothing else at all
Yesterday the moon was blue
And every crazy day brought something new to do
I used my magic age as if it were a wand
And never saw the waste and emptiness beyond
The game of love I played with arrogance and pride
And every flame I lit too quickly, quickly died
The friends I made all seemed somehow to drift away
And only I am left on stage to end the play
There are so many songs in me that won't be sung
I feel the bitter taste of tears upon my tongue
The time has come for me to pay for
Yesterday when I was young..(sumber:http://songlyric5.blogspot.com/2011/04/yesterday-when-i-was-young-lyrics-roy.html)
kalo udah selesai baca dan ngartiin, sekarang kalian pasti tau kan artinya? hiysss. menyedihkan.
intinya: si orang cerita kalo masa mudanya dulu itu menyenangkan, tapi kini saat masa tua dia merasa sendirian dan semua yang berjudul "keindahan remaja" telah berlalu dan terlewatkan.
so guys, saya dapat menarik benang merah dari sini: selama kini kita masih menggenggam masa muda, gunakan sebaik-baiknya. you only live once, but if you do it right, once is enough. satu lagi quote of the day nya : YOU WILL NEVER AS YOUNG AS YOU ARE TODAY.
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
26 Desember 2012
11 April 2012
naki on the monster island #my favorite film
ini adalah film terbaik yang pernah aku liat, dan menjadi favorit ku saat ini. sumpah kereeeen. bagus bagus bagus banget
ceritanya, dikemas dengan simple dan mudah dicerna tapi amanat dan pesan
di ceritanya sangat dalam. tentang persahabatan, tentang kasih
sayang pada musuh bebuyutan, dan kereeeeen. jempol berapapun akan
aku kasih buat film yang sukses buat aku nangis terharu didepan layar
tv ini. jempol siapa aja deh, pokoknya aku kumpulin buat kasih
sanjungan dan ungkapan saluuut sangat salut. nah kan aku jadi
berlebihan -.-"
so, daripada aku sibuk ngebahas perasaanku pada film berjudul NAKI ON THE MONSTER ISLAND ini, aku bakal kasih tau apa yang terjadi dalam film tersebut:
once upon a time (hehe, ini petunjuk awal kalo ini adalah cerita narrative-ceilaa pelajaran basa inggris bangets) hidup sebuah suku atau perkumpulan manusia disebuah pulau ditengah lautan. mereka memiliki musuh bebuyutan yaitu sekumpulan monster yang tinggal di pulau sebrang. tak ada yang boleh menginjakkan kaki ke pulau itu, karena monster akan marah dan bisa mengutuk juga menyerang desa mereka.
namun suatu ketika, ada seorang anak kecil yang akan mencarikan obat untuk ibunya yang sakit keras, dan ia dengar obat itu hanya ada di pulau sebrang yang tak lain adalah pulau monster. hhiii horor. tapi dengan nekat dan tekad ia-pun berangkat mendayung perahu kecil bersama adik balita nya menuju pulau monster. naas, ia ketahuan monster dan ia lari kalang kabut kemudian meninggalkan adiknya sendirian di pulau monster.
kalian pasti mengira monster itu akan memakan atau membunuh anak balita bernama Kotake itu, nah dan ternyata tebakan kalian salah. awalnya aku juga berpikir begitu, eh tapi ternyata malah monster itu berbaik hati pada Kotake. awalnya monster merah bernama Naki berniat ingin membuang atau memulangkannya dengan kasar, namun sahabatnya yang berwarna biru dan bernama Gunjo melarangnya, ia berkata "walau ibu kita pernah dibunuh dan desa kita pernah di porak porandakan oleh manusia, tapi anak kecil ini tidak tahu apa-apa, dia masih bayi."
waktu berlalu, Kotake yang lucu dan polos semakin dekat dengan kedua monster itu terutama Naki. naki begitu menyayangi nya hingga tibalah saat ia harus mengembalikan Kotake pada keluarganya. Naki mengantarnya dan hal itu diketahui oleh kepala suku pulau monster, Naki dan Gunjo pun dihukum karena telah melanggar peraturan yaitu dilarang memasuki daerah manusia yang terkutuk.
dengan dihukumnya dia, Naki malah merasa ia ingin berbaik-baik dengan manusia, dia pun memilih keluar dari pulau monster dan menuju pulau manusia kemudian menghampiri Kotake. inilah awal konflik. akhirnya terjadi perpecahan dan perbedaan pendapat antara dua sahabat yang sudah bertemen ratusan tahun lamanya. Gunjo tidak mau Naki berbaik dengan manusia, karena merasa manusia-lah yang telah merusak hidup mereka para monster. Gunjo pun memilih pergi dan menghilang menuju gua, Naki selamanya takkan bertemu dengan Gunjo lagi, sahabatnya :'(
cerita ini mungkin terdengar biasa saja, namun sesungguhnya ketika melihat film ini, huuuu sungguh mengharukan. arti sebuah persahabatan, persahabatan yang tulus, dan saat-saat Gunjo meninggalkan Naki dan penyesalan tiadalah guna, Gunjo hanya ingin melindungi sahabatnya, namun sekali lagi perbedaan pendapat memang sangat tajam, bisa memporak-porandakan segalanya.
aku ingin memiliki sahabat seperti Gunjo, yang ada saat suka dan duka, selalu menemani dan melindungi, tidak berpura-pura, tulus, dan tidak sibuk mencemooh mencari salah sahabatnya sendiri.
kasiaaaaan T.T
hi sudah malam ayo tiduuur
so, daripada aku sibuk ngebahas perasaanku pada film berjudul NAKI ON THE MONSTER ISLAND ini, aku bakal kasih tau apa yang terjadi dalam film tersebut:
once upon a time (hehe, ini petunjuk awal kalo ini adalah cerita narrative-ceilaa pelajaran basa inggris bangets) hidup sebuah suku atau perkumpulan manusia disebuah pulau ditengah lautan. mereka memiliki musuh bebuyutan yaitu sekumpulan monster yang tinggal di pulau sebrang. tak ada yang boleh menginjakkan kaki ke pulau itu, karena monster akan marah dan bisa mengutuk juga menyerang desa mereka.
namun suatu ketika, ada seorang anak kecil yang akan mencarikan obat untuk ibunya yang sakit keras, dan ia dengar obat itu hanya ada di pulau sebrang yang tak lain adalah pulau monster. hhiii horor. tapi dengan nekat dan tekad ia-pun berangkat mendayung perahu kecil bersama adik balita nya menuju pulau monster. naas, ia ketahuan monster dan ia lari kalang kabut kemudian meninggalkan adiknya sendirian di pulau monster.
kalian pasti mengira monster itu akan memakan atau membunuh anak balita bernama Kotake itu, nah dan ternyata tebakan kalian salah. awalnya aku juga berpikir begitu, eh tapi ternyata malah monster itu berbaik hati pada Kotake. awalnya monster merah bernama Naki berniat ingin membuang atau memulangkannya dengan kasar, namun sahabatnya yang berwarna biru dan bernama Gunjo melarangnya, ia berkata "walau ibu kita pernah dibunuh dan desa kita pernah di porak porandakan oleh manusia, tapi anak kecil ini tidak tahu apa-apa, dia masih bayi."
waktu berlalu, Kotake yang lucu dan polos semakin dekat dengan kedua monster itu terutama Naki. naki begitu menyayangi nya hingga tibalah saat ia harus mengembalikan Kotake pada keluarganya. Naki mengantarnya dan hal itu diketahui oleh kepala suku pulau monster, Naki dan Gunjo pun dihukum karena telah melanggar peraturan yaitu dilarang memasuki daerah manusia yang terkutuk.
dengan dihukumnya dia, Naki malah merasa ia ingin berbaik-baik dengan manusia, dia pun memilih keluar dari pulau monster dan menuju pulau manusia kemudian menghampiri Kotake. inilah awal konflik. akhirnya terjadi perpecahan dan perbedaan pendapat antara dua sahabat yang sudah bertemen ratusan tahun lamanya. Gunjo tidak mau Naki berbaik dengan manusia, karena merasa manusia-lah yang telah merusak hidup mereka para monster. Gunjo pun memilih pergi dan menghilang menuju gua, Naki selamanya takkan bertemu dengan Gunjo lagi, sahabatnya :'(
cerita ini mungkin terdengar biasa saja, namun sesungguhnya ketika melihat film ini, huuuu sungguh mengharukan. arti sebuah persahabatan, persahabatan yang tulus, dan saat-saat Gunjo meninggalkan Naki dan penyesalan tiadalah guna, Gunjo hanya ingin melindungi sahabatnya, namun sekali lagi perbedaan pendapat memang sangat tajam, bisa memporak-porandakan segalanya.
aku ingin memiliki sahabat seperti Gunjo, yang ada saat suka dan duka, selalu menemani dan melindungi, tidak berpura-pura, tulus, dan tidak sibuk mencemooh mencari salah sahabatnya sendiri.
kasiaaaaan T.T
hi sudah malam ayo tiduuur
In a country strangely similar to Japan, there is an island floating on the middle of a lake. It is said that monsters have been living there from the ancient time so that people feared the island calling it “the Monster Island.” But in reality, the monsters living there are sweet and are in fact living their lives fearing the humans.
One day, a human child named Kotake wanders off into the island. Surprisingly, Naki, a red ogre who is difficult to please and therefore unpopular among others, ends up taking care of him. Naki hates other ogres as well as humans, and has been living a lonely life, but starts living together with his only friend Gunjo, who is a blue ogre, and the human child Kotake. Through the life with Gunjo and Kotake, Naki gradually opens up his heart and gets to know the meaning of tenderness. However, the merry living together doesn’t last long. Since Kotake comes to miss his parents, Naki sends him back to his village. But when the villagers see Naki, they beat him off, and Naki is stripped away from Kotake.Naki gets depressed after losing Kotake. Seeing his discouraged friend, Gunjo makes up his mind to do a certain thing, which separates Gunjo and Naki forever. copy from: www.beyondhollywood.com/naki on the monster island
13 November 2011
Rendy Arai Ahmad - Zakiyah Nurmala
Arai, seorang playboy bergaya Melayu, jatuh cinta kepada teman sekelasnya Zakiah Nurmala yang tampaknya bertepuk sebelah tangan.
Meski bertepuk sebelah tangan Arai tak pernah menyerah dan berhenti menarik perhatian Zakiah Nurmala, bahkah cacian dari Zakiah bagaikan nyanyian merdu di telinga Arai. Arai mulai menyukai Zakiah Nurmala sewaktu SMP dan meski tak di hiraukan, terus saja ia menyimpan cintanya hingga kuliah tiba.
mendengar lagu "zakiyah nurmala, ost.sang pemimpi" ini akan membuat terharu dan membayangkan perjuangan Arai yg tak kenal lelah dalam urusan cinta. Zakiah Nurmala adalah Cinta Pertama dan terakhir Arai karena di Novel Maryamah Karpov [novel terakhir Laskar Pelangi] Arai akhirnya menikah dengan Zakiah Nurmala :)
kisah cinta mereka jauh lebih dalam daripada romeo-juliet ku rasa. Logis, bukan tiba-tiba bunuh diri (?) -.-"
11 September 2011
couple or trouble ?
Thats my favourite drama korea!!film cinta yang kagak melulu cinta. emang ini udah jaman dulu banget, tapi kereeen.
kocak tapi juga mengharukan, lengkap banget deh. ibarat mie instant, nih film bumbu nya udah lengkap dan rasanya udah pas- asli sedaap bro!
sekilas tentang ini film:
wanita kaya raya(cho anna) yang udah menikah sama lelaki obsesi (billy). Tapi dia harus hilang ingatan, saat sedang berlibur dengan kapal pesiar miliknya. Ia ditemuin sama lelaki yang ngaku jadi pacarnya (jung tjesuk). niatnya si cowok ini sih cuman pengen manfaatin cho anna buat dijadiin pembantu dirumahnya. Nah muncul deh konflik-konflik nya,
seru deh, keren......ditambah lagi pemain pembantunya yang nggak kalah lucu, namanya gangja. hahahah! dia itu cewek gila yang sukanya bawa bunga kemana2, dan selalu bilang "ahn nyeong ha se yo" yang artinya "halo". Gangja is the most crazy girl that i've ever seen.
liburan semester lalu yang aku tonton ya film ini, korea zone channel nomor 16 kalo gak salah. my sister and I kolaborasi deh depan TV begitu jam tayang film siap. udah kayak beruang yang lagi hibernate, kita gak mau ada satu orang pun yang ganggu.walaupun, bapak kita sendiri. tidak ada kata berita, sinetron, kartun atau yang lainnya. pokoknya, TV milik kita berdua. jadi pengen nonton film ini lagi. Cho Anna, really i miss your face and your sound. #celaka13, aku suka cewek nih ceritanya. brabee...
Langganan:
Postingan (Atom)

