| +you |
13 Januari 2012
12 Januari 2012
H-94
i want to move on another atmosphere
i just wanna escape from all. i want to break free. i want to slab their face. i want to work my final exam and i want to be granted. i wanna be FREE!
FLEE my soul, FLEE my tired, my exhausted. i just wanna be my real self, not be someone self.
It is NOT ME. I have good mood and rich of spirit, i never be like this.
I hate SENIOR HIGH SCHOOL. i just likes some parts, not all.
hamidah/ H-94 road to Final Examination. Lets Fight, Never Give Up!
i just wanna escape from all. i want to break free. i want to slab their face. i want to work my final exam and i want to be granted. i wanna be FREE!
FLEE my soul, FLEE my tired, my exhausted. i just wanna be my real self, not be someone self.
It is NOT ME. I have good mood and rich of spirit, i never be like this.
I hate SENIOR HIGH SCHOOL. i just likes some parts, not all.
hamidah/ H-94 road to Final Examination. Lets Fight, Never Give Up!
2 Januari 2012
kau budak, akupun iya. kita sama
"aku sedang galau dan gelisah"
"kenapa?"
"entah, banyak kata dalam pikiran yang tak bisa terucap."
"kau bisu kah? katakan saja, aku akan mendengarnya."
"tidak, aku bukan lagi bisu. bahkan kurasa aku telah tuli, buta, dan mati,"
"apa yang sedang membuatmu sedemikian muram sayang?"
"kamu."
"aku?"
"ya, semua karenamu!"
"lagi-lagi kau menyalahkan ku. ada apa lagi denganku? kita baik-baik saja kan?"
"tidak."
"apa maksudmu dengan -tidak-?"
"kita tidak sedang baik-baik."
"lantas?"
"entahlah, aku tak bisa mengutarakan."
"timur-kan lah saja, jika kau tak bisa meng-utara-kan"
"gila!"
"aku memang gila,"
"apa?"
"iya, aku gila karena mu."
"nah itu dia!"
"apanya?"
"aku juga gila."
"karena ku, atau karena mu sendiri?"
"karenamu pastinya!"
"berarti kita sama-sama gila, begitukah?"
"ya, kita gila! kita telah diperbudak oleh cinta."
"sial"
"kenapa?"
"entah, banyak kata dalam pikiran yang tak bisa terucap."
"kau bisu kah? katakan saja, aku akan mendengarnya."
"tidak, aku bukan lagi bisu. bahkan kurasa aku telah tuli, buta, dan mati,"
"apa yang sedang membuatmu sedemikian muram sayang?"
"kamu."
"aku?"
"ya, semua karenamu!"
"lagi-lagi kau menyalahkan ku. ada apa lagi denganku? kita baik-baik saja kan?"
"tidak."
"apa maksudmu dengan -tidak-?"
"kita tidak sedang baik-baik."
"lantas?"
"entahlah, aku tak bisa mengutarakan."
"timur-kan lah saja, jika kau tak bisa meng-utara-kan"
"gila!"
"aku memang gila,"
"apa?"
"iya, aku gila karena mu."
"nah itu dia!"
"apanya?"
"aku juga gila."
"karena ku, atau karena mu sendiri?"
"karenamu pastinya!"
"berarti kita sama-sama gila, begitukah?"
"ya, kita gila! kita telah diperbudak oleh cinta."
"sial"
rimba kelam mu
Haaah, aku memang belum mengerti makna mencintai. terlalu abstrak. aku menganggap mencintai adalah berada didekatmu dan itu cukup. aku ingin mencintaimu dengan sederhana, sapa sapardji djoko. Apa? nyatanya kalimat itu sulit sekali dipraktekkan. nama nya mencintai, ya harus memiliki, tidak bisa sederhana, pasti berlebihan. meledak-ledak perasaan dan seterusnya.
ijinkan aku bermain di rimba kelammu, sepenggal kata itu kutemui diantara selipan kalimat-kalimat saat aku menjelajah blogger dan kolom komentar. memang kelam, lebih kelam dari malam dan neraka jahanam. walaupun aku belum pernah jalan-jalan ke neraka, dan kuharap takkan pernah.
bodohnya aku ini, bermain api dan kini terjebak sendiri. rasanya cukup sekali ini aku menyukai dan jatuh cinta, selanjutnya takkan lagi. aku lebih memilih mati rasa dan hanya mencinta kepadamu saja, sudah cukup bermain-main dengan perasaan. teramat rumit dan menyebalkan. benar katamu, cinta itu pembodohan. kenapa aku tak percaya itu dulu? mungkin karena aku belum berpengalaman. sekarang sudah benar-benar kubuktikan, cinta itu memang pembodohan, benar-benar membodohkan, membuat hilang konsentrasi dan kesadaran! lebih baik aku mati rasa dan hanya mengenal satu lelaki didunia ini, cukup kamu, itu saja. berperasaan itu ternyata juga menyiksa. ---
ijinkan aku bermain di rimba kelammu, sepenggal kata itu kutemui diantara selipan kalimat-kalimat saat aku menjelajah blogger dan kolom komentar. memang kelam, lebih kelam dari malam dan neraka jahanam. walaupun aku belum pernah jalan-jalan ke neraka, dan kuharap takkan pernah.
bodohnya aku ini, bermain api dan kini terjebak sendiri. rasanya cukup sekali ini aku menyukai dan jatuh cinta, selanjutnya takkan lagi. aku lebih memilih mati rasa dan hanya mencinta kepadamu saja, sudah cukup bermain-main dengan perasaan. teramat rumit dan menyebalkan. benar katamu, cinta itu pembodohan. kenapa aku tak percaya itu dulu? mungkin karena aku belum berpengalaman. sekarang sudah benar-benar kubuktikan, cinta itu memang pembodohan, benar-benar membodohkan, membuat hilang konsentrasi dan kesadaran! lebih baik aku mati rasa dan hanya mengenal satu lelaki didunia ini, cukup kamu, itu saja. berperasaan itu ternyata juga menyiksa. ---
30 Desember 2011
struggle=perjuangan
Kurapatkan nafasku.
Kusiapakan segala mimpiku.
Entah musnah dijalan.
Atau Tuhan mengabulkan.
Aku tak tahu.
Hidup adalah misteri kawan,
Saat kau tunjuk baik ternyata adalah yang jahat
Saat yang kau kata surga ternyata justru itulah neraka.
Kita, sedang bersama-sama memecahkan misteri kehidupan.
Bukan dengan mantra, bukan pula dengan angan
Tapi dengan perjuangan/hamidah
28 Desember 2011
cerpen "Sori, Eka"
Hari ini matahari seolah terlalu bersemangat. Terik dan panasnya menggigit kulit dan seluruh tubuh kami. Ditambah sepanjang hari harus kami lewatkan dengan upacara pembukaan pekan olahraga dilapangan sekolah.
Ujian sekolah yang baru usai dua hari lalu lantas membawa kami harus disibukkan dengan kegiatan class meeting bertumpuk-tumpuk. Selama ini class meeting hanyalah dianggap sebagai serangkaian kegiatan adu pemenang. Sama sekali tiada minat bagi penghuni bangku-bangku SMA ini. Tapi bagiku, lain lagi. justru class meeting seperti ini akan menjadi momen terindah, yang selalu kunanti-nantikan. Apalagi tema class meeting kali ini adalah pekan olahraga. Dan yup, tak salah dan tak lain adalah sepak bola. Satu-satunya cabang olahraga yang amat kuminati. Karena akan kutemukan sosok pria idamanku disana.
Ujian sekolah yang baru usai dua hari lalu lantas membawa kami harus disibukkan dengan kegiatan class meeting bertumpuk-tumpuk. Selama ini class meeting hanyalah dianggap sebagai serangkaian kegiatan adu pemenang. Sama sekali tiada minat bagi penghuni bangku-bangku SMA ini.
Kupandangi lelaki yang sedang membawa dua buku tulis ditangan nya itu. Dia berjalan dari ujung sana, keluar dari kantor guru. Dengan mukanya yang kesal, dia semakin terlihat manis saja. Langkahnya yang tegap pas dengan porsi tinggi badan nya, dia mengacak-acak rambut nya, masih terlihat dengan kesal.
Nyaris saja jantungku lepas dari tempatnya, saat lelaki itu lewat di depan ku. Oh Tuhan, dia bisa membunuhku dengan ketampanan nya. Dia-lah, Eka, kelas 11 SMA satu angkatan dengan ku, anak jurusan IPA, penjaga gawang yang handal, dan prestasinya dalam sepak bola yang tak perlu diragukan lagi.
”Kenape lu?” tanya seorang lelaki yang sedari tadi menunggui Eka keluar dari kantor.
”Tau ah, merah lagi nilai gue” Indra menepukkan buku tulis itu ke punggung temannya. Kalau tak salah nama temannya itu adalah Gio.
”Emang pernah ya nilai loe item? Udah kayak pelangi aja tuh raport lu, hahaha” ledakan tawa dari Gio.
”Sialan, haha” Indra terlihat menginjak kaki temannya, lalu tertawa dan mengulang gayanya yang tadi, ’mengacak rambutnya’.
Aku masih memperhatikan mereka yang berjalan jauh disana.
Aku masih memperhatikan mereka yang berjalan jauh disana.
Tuhan... dia benar-benar lelaki. Lelakinya lelaki. Sungguh! Belum lagi ketika dia berdiri didepan gawang dengan kostum kipernya, bernomor punggung satu. Ditambah dengan sarung tangan kiper, dia mengawasi jalannya bola yang mengancam gawang, dengan kedua matanya yang seperti elang. Gila, gila, gila, gila. Sejak kapan aku menjadi pengagum rahasia yang sudah stadium empat seperti ini? Tuhan, aku salah mencintainya, aku salah menyukai nya terlebih dulu. Kodrat ku sebagai wanita adalah menunggu. Akh, Eka, sori.. gue suka sama lo.
hamidah izzatu laily/cuma fiksi belaka hehehe
26 Desember 2011
Ababil = ABG labil
Remaja ABG itu emang sarat banget dengan kesan labil. yeah all right, namanya juga masa transisi. Masa alay dan masa egois sedang gencar-gencarnya menguasai diri kiti (para ABG). Dan ternyata ABG bukan cuman mencakup warga SMA doang ya, anak kuliahan pun masih banyak yang dikata ABG. Utamanya mereka yang masih semester awal, yang udah mau skripsi mah udah bisa dikata masuk kategori dewasa. Okelah kalo begitu, kita akui saja diri kita labil. Dengan bukti-bukti sebagai berikut :
- sikap alay yang contoh mudahnya digambarkan dalam gaya sms.
- egois setengah mati.
- ogah banget mengucap kata maaf.
- tidak mau memulai sesuatu, karena gengsi.
- menyikapi masalah dengan menggebu-gebu dan membara.
- ingin menjadi yang nomor satu tapi dengan cara instan.
- This is the last but very important, ini dia…. Jeng jeng,,, SERING GALAU. Iya kagak?
Gak terasa sebentar lagi para kawula muda yang udah menginjak kelas 3 SMA, kita udah bakalan lepas baju. Eits, jangan netting, lepas baju abu-abu putih ganti dengan baju bebas atau katakanlah almamater universitas. Wuuui, udah berasa kita dewasa banget ya. Iyahh, waktu melesat amat cepat seperti smash-an taufik hidayat waktu main bulu tangkis.
Oke, selamat menjalani hari-hari akhir mu di bangku SMA (yang kadang alay, menyebalkan, memuakkan, menjenuhkan, dan kadang juga asik sih hehe), dan juga sampai jumpa nanti, dibangku kuliah.
Lets make a movement, from galau to wisdom (kayak salah satu episodenya mario teguh-golden ways hehe)
Langganan:
Postingan (Atom)
