17 Juni 2013

setengah lingkaran

Bicara tentang ketidak utuhan, bicara penghianatan, dan ketidak setiaan
Mungkin semerbakmu hanya akan sampai dihidung langit
Tak sampai menyentuh hidung tanah
Gambaran miris setengah lingkaran dimalam ba'da isya
Kugulung sajadah dan berhambur melewatkan dzikir
Tak mau kehilangan momen menyedihkan di setengah lingkaran
Bergeming sejenak, kau disana seolah memaki ku
Membiarkan aku melihat betapa tak nyaman hidup hanya setengah
Tak penuh!
Gelas tak penuh akan membuatmu kembali haus
Perut tak penuh akan membuatmu kembali lapar
Hati tak penuh? Bukankah itu akan membuatmu kembali merindu
Di bawah setengah lingkaran aku merintik lebih deras dari guyur air
Menyesal aku tak pernah sepenuhnya dalam segala
Dalam menghargai
Dalam mensyukuri
Dalam mengasihi
Dan dalam setengah lingkaran itu sendiri

25 April 2013

astra 1st big star competition

thanks to Allah SWT, ibu bapakku, keluarga ku, kak dina  @dinaaridha sebagai partner, apik @ajinurafifah yang memberi ku info lomba, dan tentunya astra, CIA, dan semua panitia juga temen2 kemaren hehe ini udah kayak mau launching album penyanyi solo aja ya. tapi, juara satu itu memang gak keduga banget. waktu masuk babak final 3 besar aja paling perkiraanku dan kak dina kita bakal juara 3 atau 2 dan jeng jengg... Tuhan berkata lain. terimakasih terimakasih semuanya... terimakasih elfara 999 school, terimakasih UBFm, heheheh lebay alay deh yang jelas harus makin semangat...! ini buat ibuku tercinta :')

22 April 2013

LAUT


Laut. Bukan bicara tentang ombak, bukan bicara tentang buih putih, bukan pula tentang pasir merica.
Laut. Adalah tentang peristirahatan sejenak. Meneguk air botol berwarna kuning keruh. Menyegarkan sejenak tenggorokan yang kering seolah gurun.
Laut. Adalah tentang pria berkaus lumpur, celana pendek berlumur, dan juga topi peneduh panas.
Aku duduk dilantai dua, melihat dua sisi yang berbeda. Beberapa manusia bekerja keras dibalik alumunium abu-abu muda. Pemandangan yang jauh berbeda dengan jajaran mobil dan ratusan motor dibalik gerbong.
Ada pria berkulit hitam bertubuh dekil sedang bekerja membangun fakultas untuk para sarjana. 
Ada mahasiswa-mahasiswa kaya berlenggokan menggandeng kekasihnya. Sesekali mereka terbahak bahagia.
Manusia dan laut sejenaknya. Laut bukanlah tentang biru air. Laut adalah tentang istirahat sejenak dalam istilah jawa para buruh bangunan. Hamidah/Fisip, gedung B lantai 2.

4 April 2013

come on, join this one. aku jugaaa:D

Blog Competition

Green Living n Youth Creativity 2013

Blog Competition


Salam Hijau!

Bagi kamu teman kampus yang senang menulis terutama dituangkan kedalam Blog, yuk ikuti Blog Competition Green Living n Youth Creativity 2013!

Berikut adalah persyaratan dan mekanisme Blog Competition Green Living n Youth Creativity:

  1. Perserta adalah mahasiswi/ mahasiswa dan sederajat
  2. Peserta membuat blog baru atau menggunakan blog yg telah dimiliki
  3. Post dalam blog ditulis dalam bahasa Indonesia dengan tema tulisan Blog adalah “Save Our Earth”
  4. Blog maksimal diisi 5 frame foto dengan ketentuan 1 fotonya tidak lebih dari 500 KB. Sedangkan tulisan maksimal 5000 karakter (sudah termasuk spasi).
  5. Foto yang diposting adalah foto hasil diri kamu yang mendukung “Save Our  Earth”. Jika memotret adalah orang lain, pastikan kamu sudah mendapat izin untuk menggunakan foto tersebut. Pastikan file foto kamu dalam format JPG.
  6. Peserta wajib untuk registrasi data di website kompaskampus.com
  7. Peserta meng-submit alamat (URL) Blog nya di website kompaskampus.com
  8. Blog akan di screening oleh Panitia berdasarkan melihat unsur SARA dan kesesuaian dengan tema.
  9. URL Blog kemudian akan di publish oleh Panitia dalam web kompaskampus.com
  10. Pengiriman/ sumbit URL: 14 Maret – 8 juni 2013
  11. Pengumuman BLOG yang lolos tahap screening dan waktu penilaian dan waktu voting dimulai  9 – 25 Juni 2013
  12. Pengumuman pemenang BLOG: 28 Juni 2013

sumber:http://www.kompaskampus.com/Event/EventDetail/TabId/230/ArtMID/777/ArticleID/112/Blog-Competition.aspx 

10 Maret 2013


Sepatu menangis,
tungku menangis,
balkon menangis
gantungan baju menangis,
sajadah kuning menangis
tempat tidur menangis,
sepatu mengajar yang mulai berdebu ikut menangis
jalan tak beraspal sedikit basah bekas menangis,
air mineral, gula jawa, sumur, handuk, ayam, semuanya menangis
"Kenapa kalian menangis?"
mereka menjawab serempak, "Setiap kami adalah bagian perjalanan hidup yang keras. Setiap kami sang benda mati, akan terus berdoa dalam ketidak hidupan kami. Karena ketika yang ada menjadi tiada, kami adalah ketidakadaan yang akan bersaksi pada Tuhan kelak ketika kalian mati."/seusai blitar09maret2013

8 Februari 2013

Kabel charge dan baterai adalah Tuhan dan kekasihmu


Pernah melihat laptop? Kurasa semua akan serempak berkata iya.
Namun aku tak sedang ingin membahas IT, teknologi, komponen dan bagian-bagian benda itu secara mendetail, karena kebetulan aku bukan anak IT tapi mahasiswi komunikasi. 
Lebih baik aku berpuisi, bukankah itu lebih cocok untukku?
Aku sedang melihat tiga benda yang ada didepanku itu. dengan jeli.
Sebuah laptop, kabel charge, dan baterai laptop yang bisa dilepas.
Pasti sering melihatnya, namun mungkin kau tak memperdulikannya dengan rinci. Ada makna yang teramat hebat terkandung dalam tiga benda sederhana itu, yang kini untuk mendapatkan ketiga nya kau mungkin hanya perlu merogoh kocek satu setengah juta. Itu harga termurah, namun untuk mendapatkan yang bermerk buah berbekas gigitan, mungkin cukup dalam kau harus merogoh Sembilan atau dua belas juta. 
Beragam, harganya.
Kali ini juga bukan harga yang hendak ku jabarkan sebenarnya. 
Namun aku hanya ingin membuatmu melihat ketiga benda itu bukan sebagai benda, tapi melihat laptop itu sebagai dirimu. Melihat kabel charge itu sebagai Tuhan, dan melihat baterai itu sebagai kekasih yang sangat kau cintai saat ini.
Ketika kita hendak mati dalam keadaan low battery, lampu peringatan sudah menyala berkali-kali dan suara peringatan sudah berbunyi begitu riuh sehingga suasana menjadi genting. Apa yang biasanya kau lakukan? Meraih kabel charge? Ya! Kurasa itu dilakukan semua orang.
Namun kali ini ibaratkan kau sebagai latop dalam keadaan tak terpasang baterai. Apa yang akan kau lakukan ketika kau ingin menyalakan laptop atau membangkitkan dirimu? Meraih baterai yang kosong melompong atau meraih kabel charge yang akan dengan segera langsung menghubungkanmu dengan aliran listrik kemudian kau akan dapat nyala kembali?
Pikirkan sejenak.
Ya.mungkin kali ini jawabanku dan jawaban kalian akan sama. Yaitu mengambil kabel charge :)
Begitulah.
Ketika kita dalam keadaa terpuruk dan tersungkur begitu dalam, kekasih akan datang memberikan supply nasihat atau perlindungan yang mungkin “sejenak” akan membuat kita feel so good again. Tapi itu tak selamanya, kekasihmu adalah manusia, sama sepertimu. Mungkin ketika dia memelukmu kemudian meyakinkanmu dengan sungguh-sungguh if everythings gonna be okay, kau akan percaya. Tapi masih haruskah kau percaya jika dia sendiri yang rapuh, jika dia sendiri yang perlahan melepaskan pelukan dan berlari menjauh darimu?

Lain halnya dengan Tuhan. Lain sekali.
Kau boleh tersungkur, terjerembab, bahkan terdampar disuatu pulau tak berpenghuni sama sekali, atau mungkin berada di suatu planet tak beroksigen sekalipun, namun ketika Tuhan mengatakan KUN FAYAKUN, everything will really gonna be okay, really really gonna be okay. Mau dokter mengatakan kau akan mati dalam lima detik lagi, jika Tuhan tak menghendaki, maka lima puluh tahun kemudian pun kematian itu takkan bisa terjadi. 

Dan satu lagi yang harus kau sadari benar. 
Ketika kau sebagai laptop akan selalu membutuhkan kabel charge yang sebagai Tuhan, maka akuilah bahwa baterai sebagai kekasihmu itu juga membutuhkan kabel charge. Could it be strong or have power if battery haven’t supply with cable? Masih kah kau berfikir bahwa sebuah baterai akan berguna tanpa kekuatan yang diberikan kabel charge? Baterai hanya akan menjadi sampah tanpa kabel charge.
Karena kekasihmu sama, dia manusia, dan akan selalu dibawah kendali Tuhannya, sang pemberi kehidupan.

22 Januari 2013

Leher langit.


Jika kau pernah dengar kaki langit, maka kau juga harus dengar leher langit
Kaki langit ada di ujung lautan
Ada di ujung padang rumput nan lengang
Namun, dimana kau bisa temukan leher langit?
Apakah benar langit adalah tubuh, yang punya kaki-lutut-perut-leher-dan kepala?

Langkahkan kakimu sedikit kuat, berat menaiki beberapa anak tangga
Ketika sampai di lantai tiga, duduklah di depan jendela
Pandanglah apa yang didepanmu
Warna blur antara biru muda dan putihnya, itulah leher langit
Rupanya langit sedang menelan kacang
Terlihat lehernya bergerak-gerak cukup membuatku takjub dan tergoda

Leher langit, mustahil tapi ini nyata.
Sayang jika kau tak disini ikut melihatnya.

(lantai 3 rumah sakit wava husada-22 januari 2013-menunggu ibuku yang sedang dalam masa penyembuhannya-get well soon mom)

3 Januari 2013

NOL kepedulian sosial

Siapa bilang orang merokok itu solidaritas nya tinggi? dengan alasan karena mereka akan saling membagi rokok dengan cuma-cuma pada sesama perokok? dengan dalih saling meminjami korek adalah cermin dari solidaritas tinggi? ARGUMEN JONGKOK! mereka solid dengan sesama perokok tapi merugikan yang non-perokok. bandel banget ya emang, tema ini udah jadul lho sebenarnya, tapi serasa masih hot topic.dan kali ini aku punya sebuah cerita tentang perokok, yang membuktikan bahwa mereka bukanlah manusia dengan solidaritas tinggi.

sore itu disebuah angkutan umum Kota Malang, yang kecil, sesak, dan pengap, bertepatan saat itu hujan turun cukup deras. Jendela kaca angkutan ini pun sengaja ditutup agar air hujan tidak masuk. kali ini aku duduk di bangku belakang tepatnya paling pojok didekat jendela.
Rasa gerah didalam angkutan ini benar-benar terasa, walau diluar sana hujan namun karena sesaknya angkutan ini dan keadaan jendela yang ditutup rapat, aku benar-benar merasa pengap kekurangan oksigen. bayangkan mobil angkutan sekecil ini ditumpangi oleh banyak orang namun tanpa ada pertukaran udara yang baik. walhasil, kita seolah berebut oksigen disini.
dan masuklah seorang pria dengan temannya yang terlihat cukup basah karena hujan, sembari mengibas-kibaskan bajunya yang basah dia mulai duduk di bangku depanku. rupanya dia membawa rokok sejak dari luar sana, dan entah kenapa dia tak jua mematikan rokok berasap itu ketika masuk kedalam angkutan ini.
aku yang cukup terganggu dengan asap rokok inipun mulai berinisiatif untuk membuat batuk bohongan yang sengaja kujadikan berlebihan, kuharap agar Bapak si perokok ini akan merasa tersindir dengan batukku dan mematikan rokoknya.
akupun membuat batuk yang pertama, namun bapak ini masih tak tersindir. dia tetap saja mengihisap batang rokoknya.
batuk yang kedua ku keluarkan, sampai batuk kelima kuranglebih, bapak ini masih tetep stay cool dengan rokoknya, kali ini dia malah terlihat asyik, terlihat dari posisi duduknya yang nyaman dan tak terlihat ada beban sedikitpun.
akupun mulai jengkel, disini itu banyak sekali orang, angkutan ini sudah cukup pengap sebelum datangnya bapak ini bersama rokok sialannya itu. dan lebih parahnya disini ada anak bayi yang masih dalam gendongan, dia terus menangis mungkin karena memiliki keluhan yang sama dengan semua penumpang yang ada disini yaitu "gerah".
suasana kacau! aku penat! pengap! dan bapak ini gak sadar sadar, emosiku memuncak.
"Pak permisi, bisa tolong dimatikan rokoknya." aku langsung nerocos karena hati ini sudah dongkol dan tak kuasa menahan, kalau masih dipaksakan untuk nahan bisa meledak.
"Lho, kenapa mbak?" dengan enteng tak merasa bersalah dia malah bertanya.
sebenarnya aku ingin membantu nya membuka mata, mungkin dia kesulitan melihat keadaan dan orang disekelilingnya yang tersiksa dengan kelakukan rokok nya itu!
"Pak, mohon maaf ya, ini sudah pengap, kita semua sesak pak, itu juga kasian ada anak bayi. Saya coba tahan e kok ya nggak kuat akhirnya" sedikit jutek kali ini kalimatku, namun kuusahan agar tetap sopan walau aku harus bicara dengan orang yang menurutku "TIDAK SOPAN".
"Iya pak saya juga nahan dari tadi, sesek" seorang ibu disampingku berargumen juga.
"iya nih" mbak mbak yang ada di samping bapak itu, juga bicara.
dengan muka jengkel bersungut, bapak ini pun akhirnya menekan ujung rokoknya yang menyala, ke lantai angkutan umum, kemudian binasalah si laknat rokok itu.
aku tersenyum simpul, kemudian bersorak dalam hati "yes, menang", cukup puas melihatnya menggerutu tak terima, yang akhirnya mematikan juga rokok itu.


benar-benar suatu pelajaran besar untuk kita semua. cobalah jangan terfokus pada dirimu melulu, hidup ini tak berkutat pada kamu dan apa keinginanmu. sesekali cobalah tengok sekelilingmu, dan katakan "aku peduli dengan lingkunganku". maka lingkunganmu akan ikut peduli pula padamu, kemudian membantumu mencapai apa yang menjadi keinginanmu. dua keuntungan sekaligus akan didapat jika menjadi seorang yang peduli akan lingkungan, yang pertama tentu saja dapat membantu sesama, dan yang kedua sebagai bonus dari sikap baik kita adalah mendapatkan apa yang kita inginkan.
sip! mulai sekarang, matikanlah rokok anda, kebaikan untuk anda dan lingkungan anda!:D
merokoklah di dalam kamar mandi, hirup sendiri asapnya, dan mati sendirian disana, kalo mau mati hangus jangan ajak-ajak ya plis.

29 Desember 2012

manipulasi.

bicara tentang ayah. itu basi
bicara tentang ibu. apalagi
kita hanya berlomba-lomba mencipta puisi dan merangkai sejuta kata sok suci dengan mendaftar kebaikan ibu setahun sekali, 22 desember kan?
semua sudah tau, hafal barangkali, kalau ibu mengandung sembilan bulan
itu sudah cukup!
kenapa harus diulang lagi. seperti kaset. seperti pertandingan bola. bosan! tak usah diulang
nyatanya tak sebutuh itu pada sosok yang kadang kau cibir dan maki dibalik pintu kamar.
bicara tentang adik. itu basi
bicara tentang kakak. apalagi
belagak baik hanya saat butuh meminjam selembar rupiah bergambar monyet mandi
kesehariannya yang kau peduli hanya teman sebangku dan takut dimusuhi juga takut tak diajak main kekantin.
bedebah.
bicara tentang kakek. itu basi
bicara tentang nenek. apalagi
hanya cerita anak SD yang terus di putar berkali-kali tentang setting waktu liburan sekolah dan latar tempat di desa yang sejuk nan asri.
kemudian kembali mengulang kata-kata "nenekku yang baik hati" secara lebay dan tak wajar.
nyatanya sama sekali mereka -sepasang tua renta yang membebani- itu tak masuk otakmu kala ini.
palsukah cintamu itu? semudah itukah mengatakan sayang kemudian berlalu? dimana letak kasih sayangmu? hanya untuk teman dan pacar kah? be-de-bah! kau anggap apa mereka, yang tiap waktu menyembulkan doa kemudian memukulkan kepalanya ketanah dan berurai air mata meminta dikumpulkan dengan mu disurga. sedang kau? asyik bercanda ria dengan teman dan menciptakan drama diluar sana, agar diakui ke-eksis-an nya!
keluargaku dahulu
banyak dari kita -para muda remaja- yang lebih menuhankan asas persahabatan dan juga menyembah kekasih cinta monyet yang gelantungan. boleh saja berhambur ke dunia mu diluar sana, tapi jangan biarkan dunia memanipulasi siapa kamu yang sesungguhnya. jadilah dirimu! jadilah kamu dan merdekalah diluar sana! tak perlu pura-pura,marah saja jika duniamu salah, jangan diam karena takut tak dibela. takutlah ketika membentak orangtua dan memaki saudara. merekalah yang sesungguhnya akan abadi bersama kita, bukan kawan, lawan, apalagi pacar. hash... kadang kita berlebihan. #pelajaran untukku dan kita /hamidah29des2012

26 Desember 2012

Yesterday, when i was young so many happy song :')

nah! telah sampailah kita  kedepan pintu gerbang kemerdekaan dengan selamat sentosa
*apaan sih inikan bukan  upacara 17-an*
sebenarnya aku sedang bahagia, karena berhasil menemukan lagu yang kucari, setelah melihat film luar negeri berjudul ONCE IN SUMMER bercerita tentang profesor yang hingga tua tidak menikah karena cinta masa lalunya entah kemana, kurang lebih gitusih cerita yang aku tangkap. karena translate nya pake bahasa inggris sih. jadi rada susah dimengerti oleh orang seperti aku -__-"
ber-FLASHBACK-lah cerita itu, kepada masa muda si profesor, yang ternyata dia jatuh cinta dengan gadis desa yang lugu. okay, mungkin itu terdengar klasik dan biasa aja, tapi ketika kalian liat sendiri cerita, asli deh kasian banget. nggak bakal banyak cengeng di sepanjang filmnya sih, tapi pas ending... hiksss.... kasiaaaan nya bukan cuman kasian aja tapi kasian banget.

lagu yang dinyayikan oleh ROY CLARK yang entak gimana mukanya orang ini atau masihkah beliau hidup atau sudah meninggalpun aku gak tahu. tapi lagunya enak kok. sekali lagi, sama seperti pernyataan ku yang  lalu-lalu kalo "lagu jaman dulu emang lebih berbobot daripada lagu-lagu masa kini yang dominan dengan -maaf- lirik lirik sampah walaupun temanya sama-sama tema cinta"
lumayan pendek kok lagu ini cuman berdurasi 03:20 menit, inilah lirik lagunya

Seems the love I've known has always been
The most destructive kind
Yes, that's why now I feel so old
Before my time


Yesterday when I was young
The taste of life was sweet as rain upon my tongue
I teased at life as if it were a foolish game
The way the evening breeze may tease a candle flame
The thousand dreams I dreamed, the splendid things I planned
I'd always built to last on weak and shifting sand
I lived by night and shunned the naked light of the day
And only now I see how the years ran away

Yesterday when I was young
So many happy songs were waiting to be sung
So many wild pleasures lay in store for me
And so much pain my dazzled eyes refused to see
I ran so fast that time and youth at last ran out
I never stopped to think what life was all about
And every conversation I can now recall
Concerned itself with me and nothing else at all

Yesterday the moon was blue
And every crazy day brought something new to do
I used my magic age as if it were a wand
And never saw the waste and emptiness beyond
The game of love I played with arrogance and pride
And every flame I lit too quickly, quickly died
The friends I made all seemed somehow to drift away
And only I am left on stage to end the play

There are so many songs in me that won't be sung
I feel the bitter taste of tears upon my tongue
The time has come for me to pay for
 Yesterday when I was young.
.(sumber:http://songlyric5.blogspot.com/2011/04/yesterday-when-i-was-young-lyrics-roy.html)

kalo udah selesai baca dan ngartiin, sekarang kalian pasti tau kan artinya? hiysss. menyedihkan.
intinya: si orang cerita kalo masa mudanya dulu itu menyenangkan, tapi kini saat masa tua dia merasa sendirian dan semua yang berjudul "keindahan remaja" telah berlalu dan terlewatkan.
so guys, saya dapat menarik benang merah dari sini: selama kini kita masih menggenggam masa muda, gunakan sebaik-baiknya. you only live once, but if you do it right, once is enough. satu lagi quote of the day nya : YOU WILL NEVER AS YOUNG AS YOU ARE TODAY.